Mereka ini Dua Pejabat yang Akan Gantikan Ahok Jadi Plt Gubernur DKI

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebutkan, calon Plt Gubernur DKI sudah mengerucut dua nama

Mereka ini Dua Pejabat yang Akan Gantikan Ahok Jadi Plt Gubernur DKI
ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo 

Saat ini, Yuswandi A Temenggung dipercaya menjabat Sekjen Kemendagri. Dia lahir di Palembang pada 22 Juni 1957.
Dari penelusuran Tribunnews.com, Yuswandi tercatat 1999 hingga 2001 menjabat Asisten Deputi Urusan Moneter Deputi I Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin). Pada tahun 2002, Yuswandi dipercaya menjabat Direktur Bina Investasi Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri.
Pada 2002 hingga 2004, kembali dia menjabat sebagai Kepala Pusat Administrasi Kerjasama Kemendagri.
Dan juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran serta Dirjen Keuangan Daerah sebelum dipercaya menjadi Sekjen Kemendagri di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Lalu siapa yang akan dipilih dari dua sosok itu?

Mendagri Tjahjo Kumolo seperti dikutip dari Kompas.commengatakan, kedua nama itu dipertimbangkan karena paling senior dibandingkan pejabat lainnya di Kemendagri.

Salah satu dari mereka akan menjadi Plt Gubernur DKI, dan satu lainnya akan menjadi Plt di daerah lain.

"Kami ambilkan yang senior, track record-nya baik, jenjang karirnya cukup panjang, memahami masalah keuangan daerah karena Pak Sekjen kan pernah Dirjen Keuangan daerah. Pak Soni juga. Berwibawa semua lah," kata Tjahjo.

Ahok akan segera mengambil cuti untuk melakukan kampanye pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ia akan berpasangan dengan pasangannya saat ini, yaitu Djarot Saiful Hidayat.

Masa kampanye berlangsung selama empat bulan, mulai 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017. Selama masa kampanye, posisi Ahok akan digantikan oleh pejabat eselon I Kemendagri yang menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta.

Sementara, uji materi yang diajukan Ahok ke Mahkamah Konstitusi terkait ketentuan cuti dalam UU Pilkada hingga kini belum diputuskan oleh MK.

Editor: bandot
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved