Arif Munandar Kecewa, Pengerjaan Jembatan Batang Rebah Baru 20 Persen
Proses pengerjaan Jembatan Batang Rebah di Kecamatan Limun hingga pertengahan oktober ini baru mencapai progres 20 persen.
Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN – Proses pengerjaan Jembatan Batang Rebah di Kecamatan Limun hingga pertengahan oktober ini baru mencapai progres 20 persen. Hal itu diketahui setelah Pj Bupati Sarolangun, Arif Munandar melakukan inspeksi mendadak (sidak) akhir pekan kemarin.
“Berdasarkan laporan pihak teknis (PU) setelah kita turun kelokasi bersama. Pekerjaan jembatan Batang Rebah baru 20 persen,” kata Pj Bupati Arif Munandar ditemui, Jumat (21/10).
Arif mengatakan, berdasarkan pantaunya, pekerjaan jembatan Batang Rebah terdiri dari tiga sekmen, Yakni sekmen 12, 20 dan 12. Namun sejauh ini baru sekmen satu yang dikerjakan.
“Baru sekmen satu yang dekerjakan. Itu pun alatnya baru datang yang merupakan pra cetak,” ungkapnya.
Secara kasat mata Pj bupati mengaku, pesimistis pekerjaan bisa selesai tempat waktu. Apa lagi melihat dari sisa waktu pekerjaan yang berakhir pada awal Desember ini.
“Alasannya karena pra cetak, maka lambat membuatnya. Tapi kita harap ini bisa diselesaikan,” sebutnya.
Pj bupati juga mengaku, kecewa jika jembatan tersebut tidak bisa dirampungkan. Sebab jembatan tersebut sangat dibutuhtkan masyarakat, dan diharapkan bisa difungsikan secepatnya.
“Seandainya tidak selesai, ya jelas kecewa. Karena kita harapakan ini bisa selesai sesuai yang kita harapkan,” tuturnya.
Melihat kondisi yang ada saat ini dia menegaskan, akan melakukan pembayaran sesuai aturan. Yakni akan membayar pihak ketiga sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan.
“Saya tak akan izinkan bayar 100 persen. Berapa yang selesai itu yang dibayar,” tegasnya.
“Boleh tambah waktu pekerjaan, ya tapi didenda,” tambahnya.
Sebelumnya, warga Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun khawatir pekerjaan Jembatan Batang Rebah akan terulang kejadian 2014. karena pada tahun anggaran 2014 lalu, juga pernah dianggarkan lebih kurang Rp 8 Miliar dari APBD Kabupaten Sarolangun.
Namun pekerjaan tidak selesai hingga kontrak kerja diputuskan oleh pemkab Sarolangun. Pada tahun anggaran 2016 ini, jembatang batang rebah kembali dianggarkan senilai Rp 6,68 Miliar dengan target pekerjaan sampai Desember 2016 ini
“Kalau pekerjanya sedikit seperti ini, kita khawatir pekerjaan jembatan ini tidak akan selesai tepat waktu. Apa lagi waktu tinggal dua bulan,” ujar warga setempat.
Katanya, jika dalam 2016 ini jembatan Batang Rebah juga tidak selesai, tentu saja warga Limun sangat kecewa. Sebab pembangunan jembatan Batang Rebah tahun 2014 lalu juga gagal di tengah jalan.(pit)