Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ditetapkan Tersangka, Wali Kota Madiun Minta Maaf kepada Warganya

Di depan ratusan ketua RT dan RW, Bambang berharap nanti bisa berkumpul kembali setelah diperiksa KPK.

Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, MADIUN - Wali Kota Madiun Bambang Irianto meminta doa agar dirinya dan keluarganya diberikan kekuatan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun tahun anggaran 2009-2012 senilai Rp 76,5 miliar.

Bambang juga meminta maaf dan pamit kepada warga jika kejadian jelek setelah diperiksa KPK.

Bambang mengaku setelah dirinya jadi tersangka KPK, pihak keluarga shock.

"Kasihan anak saya, istri saya dan cucu saya shock semuanya. Tetapi itu risiko yang harus saya terima. Apalagi umur saya sudah 66 tahun. Terima kasih semua untuk kerja samanya," kata Bambang saat memberikan arahan pada rapat koordinasi penguatan lembaga kemasyarakatan se-Kecamatan Taman, Kota Madiun, Kamis (20/10/2016) pagi.

Di depan ratusan ketua RT dan RW, Bambang berharap nanti bisa berkumpul kembali setelah diperiksa KPK. Ia pun meminta maaf atas kesalahan selama bertugas sebagai wali kota Madiun.

"Saya berharap kita masih kumpul lagi. Namun kalau nanti kejadian terjelek, saya mohon maaf atas semua kesalahan. Saya yakin Pak Sugeng (wakil wali kota, red) bisa melanjutkan. Dan, doakan mudah-mudahan tidak ada apa-apa," kata Bambang.

Baginya, penetapan dirinya sebagai tersangka sudah menjadi risiko sebegai seorang imam, wali kota dan orang partai. Kendati demikian, persoalan itu akan dihadapinya sebagai seorang laki-laki.

"Jadi apapun yang terjadi itu risiko saya sebagai seorang imam, wali kota dan orang partai juga. Persoalan ini akan saya hadapi sebagai seorang laki-laki. Sekali lagi saya mohon doanya saja untuk tabah, kuat menghadapi masalah ini," ujar Bambang yang langsung disambut peserta dengan seruan kata amin dari peserta yang datang.

Tak hanya memohon maaf, Bambang juga menyinggung keberhasilannya selama menjabat sebagai wali kota Madiun sejak tahun 2009.

"Kota ini yang dulu setiap tahun ada brebes suro sekarang sudah tidak ada lagi. Setelah saya jadi wali kota dan saya ajak omong semua menjadi aman dan selamat," ucap Bambang.

Ditanya tentang status pencekalan ia dan anaknya, Bambang yang dikonfirmasi usai mengikuti acara enggan berkomentar.

"No comment, no comment, no comment," kata Bambang sambil menuju mobil dinasnya, Toyota Camri bernomor polisi AE 1 A.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Wali Kota Madiun Dicekal ke Luar Negeri

Meski kegiatan di tingkat kecamatan, acara ini dihadiri banyak pejabat teras Pemkot Madiun, mulai dari Wakil Wali Kota Sugeng Rusmiyanto, Sekretaris Daerah Maidi dan belasan kepala dinas.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved