Otomotif
Begini Cara Vincent Merawat Vespa Tuanya
MENUNGGANGI motor tua memang bisa buat bangga, namun ia butuh perhatian ekstra, terlebih jika usia
Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - MENUNGGANGI motor tua memang bisa buat bangga, namun ia butuh perhatian ekstra, terlebih jika usia motor udah mendekati 30 tahun.
Vincent mesti telaten untuk merasakan getaran mesin motor tuanya, sebab bila tak perhatian bisa-bisa sekuternya mati tegak.
“Yang mesti rutin dicek itu oli untuk campuran bahan bakar, pakai yang botolan jangan yang eceran. Busi dibersihin rutin, kopling transmisi, memeriksa mesin juga penting,” terangnya.
“Kalau sekadar bersihin busi, oli bisa sendiri, tapi kalau mesti cek mesin ya harus ke bengkel, dua atau tiga bulan sekali,” imbuh Vincent.
Sementara untuk sparepart, menurutnya di Jambi onderdil vespa tidak begitu sulit ditemukan. Beberapa bengkel di Jambi menyediakan peralatan motor vespa cukup lengkap. Selain itu, informasi dari sesama penggemar vespa juga cukup membantu untuk mencari onderdil.
Punya satu vespa PX rasanya tak cukup buat Vincent. Dirinya mengaku punya satu koleksi vespa super buatan 1975 yang masih direstorasi.
Sama seperti sekuter PX-nya, vespa super ini pun butuh sentuhan tangan mekanik untuk membuat bodinya mulus dan mesinnya kembali normal.
Motor yang dibeli dengan harga sejuta itu kini telah menghabiskan anggaran Rp 1,5 juta untuk rehap mesin dan bodi.
Belum puas mengoleksi dua motor vespa, Vincent mengaku masih memburu jenis vespa lainnya.
“Kalau dikatakan kolektor belum, karena baru punya dua. Tapi ke depan ada rencana nambah lagi, saya pengen vespa P 100 TS, bentuknya unik, ramping,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/17102016_vespa3_20161017_173238.jpg)