e KTP

Blanko E-KTP di Sungai Penuh Habis

Masyarakat Kota Sungai Penuh yang ingin memiliki e-KTP nampaknya harus bersabar.

Blanko E-KTP di Sungai Penuh Habis
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Masyarakat Kota Sungai Penuh yang ingin memiliki e-KTP nampaknya harus bersabar. Dikarenakan sudah sepekan ini di Dukcapil blanko e-KTP habis. Sehingga pencetakan e-KTP bagi warga yang sudah melakukan perekaman terpaksa ditangguhkan.

Sekretaris Dinas Pendudukan dan catatan sipil (Dukcapil) Kota Sungai Penuh Eri Tisman mengatakan sudah tak ada lagi blanko untuk meng-cover secara global yang belum memiliki e-KTP. Eri menyebutkan di Kota Sungai sekitar 16 ribu lagi masyarakat yang wajib e-KTP. Dari jumlah itu, sebanyak 8 ribu diantaranya sudah melakukan perekaman, namun blanko tidak ada. Untuk iti membutuhkan sekitar 8 ribu tambahan blanko.

"Perekaman tetap kita layani, namun pencetakan e-KTP kita tunda dulu menunggu blanko e-KTP tersedia," katanya kepada Tribun, Jumat (14/10)

Upaya mengatasi hal ini, Dukcapil Sungai Penuh telah mengusulkan tambahan ke Jakarta. Saat ini masih menunggu cetakan dari pemerintah pusat.

"Sekarang Pak Kadis sedang ke Jakarta, Mudah-mudahan pulangnya bawa blanko e-KTP," katanya.

Sedangkan mengenai realisasi total target E-KTP sebanyak 73 ribu, sampai saat ini capaian sudah 80 persen. "Kita sudah berikan imbauan ke masyarakat demgan keliling kota memberikan pengumuman. Agar semua melakukam perekaman e-KTP. Hanya kendala saat ini di blanko, juga jaringan internet yang kadang macet," ungkapnya.

Sementara soal warga yang membutuhkan KTP tetap dilayani dengan mengeluarkan KTP sementara. Dirinya mengatakan masyarakat tidak perlu resah, karena pihaknya akan memberikan surat keterangan. Eri menjelaskan surat keterangan ini bisa sebagai pengganti e-KTP asli sebagai untuk persyaratan administrasi. Namun dengan catatan, surat keterangan bisa diberikan bagi mereka wajib KTP yang telah melaksanakan perekaman tetapi belum mendapatkan fisik e-KTP.

"Kita akan keluarkan surat keterangan sebagai catatan untuk keperluan administrasi. Karena identitas kependudukan itu sangat penting. Jadi, masyarakat masih bisa melakukan admisnistrasi kependudukan lainnya,” terangnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved