Bikin Kaget, Pesawat Jadul C-47 Skytrain Landing di Surabaya

Tahun ini, C-47 Skytrain dengan registrasi VH-XUX menggelar terbang napak tilas Perang Dunia II dari Bathurst, Australia ke Guilin, Tiongkok.

Bikin Kaget, Pesawat Jadul C-47 Skytrain Landing di Surabaya
Sumber gambar: Subspotters
C-47 Skytrain 

TRIBUNJAMBI.COM - Siapa yang tak kaget kalau tiba-tiba pesawat C-47 Skytrain terbang di langit Surabaya dan mendarat di kawasan Bandara Juanda. Padahal, pesawat ini adalah salah satu pesawat yang sudah amat langka dan hampir semuanya berada di museum.

Tahun ini, C-47 Skytrain dengan registrasi VH-XUX menggelar terbang napak tilas Perang Dunia II dari Bathurst, Australia ke Guilin, Tiongkok.

Dalam rencana penerbangannya, kru Skytrain awalnya tidak berencana untuk singgah di Surabaya. Pesawat itu dijadwalkan untuk terbang dari Bali ke Johor, Malaysia non stop. Namun setelah 90 menit terbang, tiba-tiba salah satu mesin C-47 Skytrain mengeluarkan asap dan kemudian bergetar hingga akhirnya kru mematikan mesin dan memutuskan untuk mendarat darurat di Surabaya tanggal 17 Agustus 2016 lalu.

Pesawat ini diawaki oleh lima kru, Larry Jobe, Dalle Mueler, Alan Searle, Tom Claytor, dan Barry Arlow.

C-47 Skytrain terpaksa masuk hangar Merpati Maintenance Facility di Bandara Juanda selama beberapa minggu untuk menunggu mesin pengganti yang dikirim dari Australia. Saat menunggu kehadiran mesin pengganti inilah keberadaan “Buzz Buggy” tercium oleh para spotters di Surabaya. Salah satu pilot sekaligus pemilik pesawat ini Larry Jobe pun menyempatkan diri untuk bercerita tentang Skytrain yang dibawanya ini.

Menurut penuturan Larry, pesawat miliknya ini sekarang berada di bawah naungan Flying Tiger Historical Organization. Larry membelinya di Australia pada bulan Maret 2015 dengan kondisi yang masih asli. Ia hanya memberikan sentuhan modifikasi di bagian radio komunikasi.

Selama 22 hari di Surabaya, Larry hanya sendiri sambil mengurusi perizinan pengiriman barang yang menurutnya cukup sulit. Kru lainnya kembali ke Australia untuk mencari dan mengurus pengiriman mesin tersebut. Larry mengaku beruntung bisa bertemu para spotters di Surabaya, karena sebelum pertemuan itu ia sudah hampir putus asa. Para spotters pun rela beberapa kali mengunjunginya untuk sekedar mendengar kisah-kisahnya.

Akhirnya, 6 Oktober lalu mesin yang ditunggu-tunggu pun tiba di Surabaya disusul oleh seluruh kru Buzz Buggy. Penggantian mesin ini dikebut agar C-47 Skytrain bisa segera tiba di Tiongkok. Dua hari kemudian, tanggal 8 Oktober 2016 pesawat berhasil mengangkat rodanya dari Bandara Juanda, Surabaya menuju ke Singapura. Mereka telah ditunggu oleh Singapore Flying Club di Seletar sebagai salah satu bintang tamunya.

Misi terbang napak tilas Perang Dunia II yang bernama Flying the Hump ini digelar sejak tanggal 15 Agustus 2016. Rute terbang yang dilalui hampir sama dengan saat operasi yang dilaksanakan oleh Skytrain, yaitu Australia, Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, lanjut melintasi Pegunungan Himalaya, dan berakhir di Tiongkok.(Remigius Septian & Fida Perkasa/Angkasa.co.id)

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved