Breaking News:

Tak Sampai 10 Persen untuk Peningkatan Ekonomi

Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK) merupakan program Pemerintah Kabupaten

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/AWANG AZHARI
Ilustrasi pembangunan jalan. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK) merupakan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun. Program senilai Rp 200 juta per desa ini diarahkan untuk peningkatan ekonomi.

Namun sayang arahan pemerintah tersebut masih diabaikan oleh para kades. Pasalnya hingga akhir tahun ini dana P2DK ini masih digunakan untuk pembangunan fisik seperti jalan setapak.

Hal itu diakui oleh Kepala BPMPD Sarolangun, Ahmad Zaidan kepada sejumlah wartawan, Senin (3/10). Dia mengatakan, dana P2DK sebesar Rp 200 juta, tidak sampai 10 persen digunakan untuk peningkatan ekonomi.

“Hampir seluruhnya digunakan untuk infrastruktur oleh para Kades,” sebut Zaidan.

Diakui Zaidan, memang pada prinsipnya anggaran yang masuk ke setiap desa sangat besar, bahkan hampir mencapai Rp 1 miliar. Oleh karena itu untuk dana P2DK lebih diprioritaskan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

“Sebab untuk fisik bisa digunakan dana desa,” ungkapnya.

Untuk itu kedepan Zaidan kembali berharap pada kepala desa untuk sama-sama memperhatikan pertumbuhan ekonomi masyarakat saat ini. Dan dana P2DK yang selama ini mengalir agar mengutamakan sektor ekonomi, sehingga bisa menambah pendapatan keluarga.

Sebab tambahnya, kegunaan dana P2DK tersebut sudah dikembangkan. Yakni tidak terpaku pada fisik, apakah peningkatan SDM aparatur desa atau peningkatan ekonomi masyarakat.

“Makanya kita kembali berharap agar para kepala desa mementingkan ekonomi masyarakat. Yakni dengan membantu bibit perkebunan, karena ekonomi masyarakat saat ini sedang sulit,” harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved