EDITORIAL

Akal-akalan Dimas Kanjeng

SECARA berturut-turut, dua padepokan membuat khalayak di republik ini tersentak.

Editor: Duanto AS

SECARA berturut-turut, dua padepokan membuat khalayak di republik ini tersentak. Pertama sosok Gatot Brajamusti yang memiliki padepokan. Namun kasus pertama ini lebih kepada pribadi pria yang acap disapa Aa Gatot tersebut.

Gatot, tersangkut penyalahgunaan narkotika dan juga kepemilikan senjata api. Belakangan muncul pula dugaan pelecehan seksual.

Adapun kedua, sosok Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dengan padepokannya seakan membangun power tersendiri. Dimas Kanjeng Taat Pribadi diduga terlibat pembunuhan pengikutnya –untuk tidak mengatakan santri-. Dan yang tidak kalah heboh penggandaan uang dan dikenakakan pasal penipuan juga bisa jadi uang palsu.

Menyigi Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ia dan orang-orang di sekitarnya membuat kita geleng-geleng kepala. Fenomena sosial yang bisa jadi mencerminkan kebanyakan orang di negeri ini. Ingin kaya instan. Walhasil, akal sehat bahkan juga agama pun ditabrak.

Terpesona dengan klaim dan kabar penggandaan uang yang konon bisa dilakukan Dimas Kanjeng, begitu banyak orang pun takluk”. Beragam kasta. Mulai dari rakyat akar rumput, hingga orang berpangkat bahkan siapa nyana ada pula cendekia di sana.

Apa yang terjadi pada padepokan di Probolinggo tersebut adalah persoalan serius. Terlebih bila itu dikait- kaitkan dengan agama. Maka apa yang diutarakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud patut dicermati.

Ia yang gerah ujug-ujug diklaim sebagai santrinya Dimas Kanjeng bilang, bahwa suasana padepokan tersebut jauh dari kesan pesantren. Karena itu tak heran Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat pun turun tangan.

MUI perlu mengambil peran agar jangan bertambah umat yang tergelincir. Terlebih ini menyangkut hal mendasar dalam beragama. Kepolisian pun sudah menahan Dimas Kanjeng guna mendalami dugaan kasus pembunuhan.

Tapi sayangnya, padepokan yang telah lama berdiri itu selama ini seolah luput dari perhatian pihak terkait. Kalau sudah begini, jangan-jangan selama ini mereka juga jadi korban akal-akalan Taat Pribadi. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved