KPK Pelajari Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Raya Sula di Maluku Utara

Menurutnya, apabila terbukti bersalah dengan semua unsur pidana terpenuhi, KPK akan tindaklanjuti sampai selesai.

TRIBUNJAMBI.COM, TERNATE - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mempelajari berkas dugaan tindak pidana korupsi pembangunan masjid raya Sula, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, yang melilit mantan Bupati Kepulauan Sula Ahmad Hidayat Mus (AHM).

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang usai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Selasa (27/09/2016), menjelaskan, kasus itu cukup kritis sehingga akan ditindaklanjuti di Jakarta.

"Saya akan cek di KPK sudah sejauh mana kemajuannya, karena kelihatannya kritis ya kasus ini, banyak yang harus ditindaklanjuti nanti ketika kembali ke Jakarta, dan saya akan kawal kasus ini,” kata Saut.

Menurutnya, apabila terbukti bersalah dengan semua unsur pidana terpenuhi, KPK akan tindaklanjuti sampai selesai.

"Kalau memang itu bukti-buktinya cukup, unsur-unsurnya cukup ya memang kita harus tindaklanjuti, nggak boleh dibiarkan lolos begitu saja. Kalau memang dia melakukan dan dinyatakan bersalah, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab," tegas Saut.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam kunjungannya ke Maluku Utara beberapa waktu lalu mengatakan bahwa KPK akan mengambil alih kasus dugaan korupsi pembangunan masjid di Kepulauan Sula.

Penyidik KPK bersama Ditreskrimsus Polda Maluku Utara akan dipertemukan lebih dulu.

Penanganan kasus ini sempat mengalami pasang surut. Berkas Ahmad Hidayat Mus beberapa kali bolak-balik antara penyidik Polda Maluku Utara dan jaksa di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, bahkan sempat ke Bareskrim Polri.

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved