EDITORIAL
Kejar Target di Tanah Legenda
BRAVO, buat "pahlawan" Jambi yang sudah melakukan yang terbaik untuk Jambi di arena PON XIX di Jawa Barat.
BRAVO, buat "pahlawan" Jambi yang sudah melakukan yang terbaik untuk Jambi di arena PON XIX di Jawa Barat. Hingga saat ini berdasarkan klasemen sementara perolehan medali, Provinsi Jambi melejit naik ke peringkat 19 dari sebelumnya peringkat 21, dengan 4 emas, 6 perak dan 16 perunggu. Kans menambah medali masih terbuka di cabor, Senam Aerobik, Gulat, Tarung Derajat dan Taekwondo.
Secara kuantitas, kita patut berbangga bahwa perjuangan atlet Jambi di tanah Legenda sudah membuahkan hasil. Seluruh tim terdiri atlet, pelatih, manager dan ketua kontingen sudah bahu membahu untuk berbuat yang terbaik. Mereka bekerja siang dan malam, demi untuk mendongkrak perolehan medali Jambi agar lebih baik dari PON XVIII Riau 2012 lalu.
Meskipun secara kualitas kita mesti bekerja ekstra keras lagi mengisi kelemahan di sana-sini serta meningkatkan prestasi yang ada. Sekadar menoleh ke belakang, pada PON XVIII Riau 2012, Jambi tergilincir ke peringkat 24 dengan 3 medali emas, 8 perak dan 20 perunggu.
Kondisi ini turun sangat jauh, 9 anak tangga dibandingkan PON XVII Kaltim 2008, di mana Provinsi menempati posisi 15 dengan perolehan medali 11 emas, 17 perak dan 28 perunggu.
Posisi 15 di Kaltim inipun, menunjukkan kalau prestasi olahraga Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini mengalami kemunduran. Karena PON XVI Sumsel 2004, Jambi mencatat rekor fantastis di posisi 6 besar, di bawah Sumsel dan di atas Lampung.
Pada PON Kaltim dan Sumsel, Jambi masih memiliki "jawara" kolam renang dari keluarga besar Radja Murnisal Nasution, sebut saja Elsa Manora Nasution, Kevin Nasution dan Akbar Nasution. Mereka inilah yang mendulang medali terutama emas yang menjadi andalan Jambi. Sepeninggal mereka yang "hengkang" ke provinsi tetangga, prestasi Jambi terjun bebas.
Nah, perlahan-lahan Jambi harus bangkit dari "tidur" panjangnya. Paling tidak dengan hasil sementara 4 emas, 6 perak dan 16 perunggu sudah membuktikan bahwa ada kemajuan dibanding PON XVIII Riau. Ada sebersit sinar teranglah. Banyak pihak optimistis target Jambi nangkring di peringkat ke 15 PON XIX Jawa Barat bisa tercapai. Asalkan di cabor yang tersisa atlet Jambi harus menambah beberapa keping emas lagi.
Kita tidak perlulah berkecil hati dengan keputusan wasit memimpin pertandingan yang diduga banyak merugikan atlet Jambi dan cenderung memenangkan atlet tuan rumah, seperti kejadian yang dialami Erlando Stevano atlet karate Jambi menelan pil pahit diluar dugaan "dikalahkan" Rahmat, atlet Jawa Barat.
Memang dari cabor yang tidak terukur itu, sangat rawan dicurangi. Ke depan ini bisa menjadi pelajaran, mungkin ada cara untuk mengatasinya. Terhadap cabor yang berhasil emas, jangan larut dalam kemenangan, tapi jadikan kemenangan ini untuk terus meningkatkan prestasi.
Sekali lagi kans menambah pundi-pundi medali masih ada, di cabor yang tersisa. Harapan kita, Jambi mampu bangkit dan memperbaiki posisinya, tidak cuma mengandalkan cabor-cabor itu saja. Dari ajang PON inipun kita bisa melihat sejauh mana pembinaan olahraga yang dilakukan masing- masing cabor. Mana yang harus digenjot, dan cabor mana ditingkatkan lagi kualitasnya.
Misalnya, renang yang dulunya sangat disegani, kenapa tidak dikembalikan zaman-zaman kejayaan itu. Termasuk juga taekwondo, angkat besi, angkat berat dan tinju. Oh ya satu lagi terkait bonus. Ini adalah janji Gubernur Jambi, dan harus direalisasikan segera setelah PON berakhir. Semoga sajalah, janji bonus yang nominalnya sesuai perolehan medali (emas Rp 250 juta, perak Rp 150 juta dan perunggu Rp 100 juta) bisa sampai ke tangan yang berhak menerimanya. (*)