Health and Beauty

Ini Gejala dan Tips Mencegah Virus Zika

SETELAH lama tak didengar, virus zika kembali muncul dan menunjukkan keberadaannya di daerah Afrika,

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
Ini Gejala dan Tips Mencegah Virus Zika
Ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM - SETELAH lama tak didengar, virus zika kembali muncul dan menunjukkan keberadaannya di daerah Afrika, Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik dan baru-baru ini wilyah Amerika Latin dan Karibia.

Virus ini sebelumnya berkembang di hutan Zika, sekitar tahun 1947. Mula-mula virus zika menjangkiti rasus (monyet), kemudian menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk.

Dokter Sukmal Fahri M Kes mengatakan virus zika memberi ancaman serius, terutama bagi ibu hamil. Bila ibu yang sedang hamil terjangkit, anak yang dikandung berpotensi mengalami microcephaly, cacat yang membuat ukuran kepala dan otak lebih kecil dari ukuran normal.

“Ibu hamil yang terkena virus zika, bisa menyebabkan anak yang dilahirkan kena microcephaly atau pengecilan batok kepala,” katanya.

Dalam beberapa kasus, zika juga dapat menyebabkan Guillain Barre Syndrom atau kelumpuhan syaraf. Guillain Barre Syndrom (GBS) adalah penyakit langka yang membuat sistem kekebalan seseorang menyerang sistem saraf tepi dan menyebabkan kelemahan otot, bahkan kelumpuhan.

Sukmal menjelaskan, bahwa virus zika ditularkan oleh vektor nyamuk aedes aegypti dan albopictus. Penderita zika akan mengalami manivestasi klinis mirip dengan serangan demam berdarah,

“Manifestasi klinisnya mirip dengue, demam tinggi, nyeri, kulit ruam, tapi bedanya penderita zika matanya merah,” kata Sukmal.

Nyamuk aedes masih jadi vektor utama penyebaran virus zika pada manusia. Penularan virus zika bisa terjadi saat terjadi kontak salipa (air liur) dengan nyamuk.

“Nyamuk itu kalau gigitkan pertama dia menghisap darah, habis itu baru dia keluarkan air liurnya, nah kalau sampai terjadi kontak salipa, berpotesi untuk terjadi penularan virus,” kata pria yang bekerja di Kesehatan Lingkungan Politeknik Kementrian Kesehatan Jambi ini.

Meski belum ada informasi jatuhnya korban akibat virus zika, namun ancaman mikrosafali perlu diwaspadai. Untuk itu dr Sukmal menyarankan agar masyarakat melakukan pencegahan sedini mungkin, dengan melakukan sanitasi lingkungan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved