Partai Demokrat Heran Putra SBY Diserang Soal Usia Ikuti Pilkada DKI Jakarta

Partai Demokrat mengakku heran dengan serangan terhadap calon yang diusung Poros Cikeas Agus Harimurti Yudhoyono.

Partai Demokrat Heran Putra SBY Diserang Soal Usia Ikuti Pilkada DKI Jakarta
Tribunnews/Jeprima
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni saat memberikan pidato politiknya seusai pendaftaran di DPP Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2016). Sambil menahan isak tangis, Agus Harimurti pun mengucapkan terima kasih kepada atasan serta rekannya yang telah bersama selama aktif di TNI AD. 

TRIBUNJAMBI.COM - Partai Demokrat mengakku heran dengan serangan terhadap calon yang diusung Poros Cikeas Agus Harimurti Yudhoyono. Serangan yang ditujukan bagi putra Susilo Bambang Yudhoyono itu terkait usianya yang dikatakan masih sangat muda dan belum matang.

“Saya heran saja, yang dikritik kok usia Mas Agus yang katanya masih muda. Mereka yang mengkritik ini saya rasa tidak memahami ke Indonesiaan dan belum merasa merdeka. Perjuangan ke Indonesiaan itu dimulai dengan Kebangkitan Nasional yang dipimpin oleh Budi Utomo yang saat itu usianya masih sangat muda," kata Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukriyanto melalui pesan singkat, Minggu (25/9/2016).

Didik mengingatkan sosok dua proklamator RI, Bung Karno dan Bung Hatta yang juga masih sangat muda ketika mereka menjadi bagian dari motor perjuangan Indonesia.

”Jadi jangan mendeskreditkan Mas Agus karena usianya yang muda.Sangat picik kalau cara pandangnya seperti itu. Meski usianya masih sangat muda, Mas Agus memiliki segudang prestasi baik di dinas kemiliteran maupun prestasi akademik non militer di usianya yang baru 38 tahun. Dia didik secara militer untuk menjadi pemimpin,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPR itu justru mengkritik para pendukung Ahok yang mengaku Soekarnois. Padahal, sikap Ahok jauh dari sikap Soekarno maupun para pejuang kemerdekaan lainnya.

Ia menuturkan para pejuang tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar bahkan kepada para penjajah sekalipun terlebih kepada anak bangsa sendiri.Sikap memaki-maki justru ditunjukkan para penjajah kepada para pejuang dan rakyat Indonesia.

”Coba lihat saja bagaimana sosok para pejuang terutama Bung Karno. Pernahkah dia berkata-kata kasar bahkan kepada Belanda sekalipun yang menjadi penjajah?Bandingkan juga sikap Pemimpin yang kerap marah-marah dan memaki-maki bawahannya,orang kecil atau wong cilik atau orang yang tidak sepaham dengan dirinya?Apakah sikap yang seperti ini yang dicontohkan para pendiri bangsa?Masyarakat bisa menilai sendiri,” jelasnya.

Didik menuturkan kepemimpinan dapat dilihat dari integritas, kapasitas dan kapabilitas. Ia menilai Agus Harimurti terbukti memiliki hal tersebut.

"Rekam jejak yang sangat terukur dlm konteks pengabdian di TNI dan Leadership dg segudang prestasi, penghargaan serta capaian menjadi landasan penting pengabdian beliau yang lebih besar kepada bangsa, negara dan masyarakat melalui dunia politik dan pemerintah," katanya.

Editor: rahimin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved