Keluarga Korban: Pihak Rumah Sakit Umum Diduga Gunakan Alat tak Sesuai SOP

Seorang pasien Rumah Sakit Raden Mataher, Firdaus, warga Kelurahan Broni, Kecamatan Telanaipura

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang pasien Rumah Sakit Raden Mataher, Firdaus, warga Kelurahan Broni, Kecamatan Telanaipura meninggal diduga akibat malpraktik.

Sehingga pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke pihak Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi.

Salah satu keluarga korban, Jaila Soleha menceritakan, saat itu, keponakannya sakit paru-paru dan berobat ke RSUD Raden Mattaher menggunakan BPJS pada 7 September 2016.

Sakitnya sudah parah dan harus dioperasi. Pihak rumah sakit pun melakukan operasi dengan izin keluarga.

"Saat itu ditangani dokter Medison. Seharusnya ditangani oleh dokter Makrup, namun dia ada halangan," ujar Jaila, Minggu (25/9).

Sebelum dioperasi, kata Jaila, pihak rumah sakit sibuk mencari selang untuk operasi keponakannya itu. Malah pihak keluarganya yang disuruh mencari selang.

"Saat itu sudah hampir magrib. Kita ini orang awam manalah ngerti alat operasinya seperti apa. Seharusnya mereka yang mencari bukan kita," tuturnya.

"Mereka bilang selangnya ada tapi 4 hari lagi baru bisa dioperasi. Lah, keburu meninggal keponakan saya," sambungnya.

Dia menyebutkan, usai operasi, keponakannya dibawa ke ruang rawat pasien. Malam hari hingga subuh, sekujur tubuh keponakannya membengkak. Keluarga pun kebingungan.

"Pagi hari, asisten dokter memeriksa keponakan saya, kami (keluarga) bertanya-tanya kenapa bisa seperti ini. Malah dijawab kalau selangnya dicabut nanti meninggal," ucapnya.

Dokter Makrup pun datang, sebutnya. Dokter Makrup pun kebingungan dengan kondisi keponakannya yang telah membengkak di sekujur tubuh

"Wah, ini salah pemasangan ini. Kok selangnya ukuran 18? Seharusnya ukuran 27," kata Jaila tiru ucapan dokter Makrup.

Pada tanggal 17 September, korban pun dibawa ke ruang operasi lagi untuk diperiksa.

"Setengah jam keponakan saya meninggal," ungkapnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved