Ini Dia, Pasar yang Cuma Beroperasi Setahun Sekali

Mereka menyayangkan bangunan yang menghabiskan dana miliaran itu tak dimanfaatkan dengan baik oleh

Penulis: Herupitra | Editor: Deddy Rachmawan
KOMPAS IMAGES

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pasar ternak yang dimiliki Kabupaten Sarolangun hingga saat ini belum berfungsi maksimal. Kegiatan jual beli, hanya terjadi satu kali dalam setahun, yakni saat lebaran idul Adha.

Kondisi tersebut dikeluhkan oleh sebagian pedagang sapi yang ada di Sarolangun. Mereka menyayangkan bangunan yang menghabiskan dana miliaran itu tak dimanfaatkan dengan baik oleh pemkab.

Seperti yang disampaikan Warno salah satu pedagang sapi di Sarolangun. Dia mengaku, jika pasar ternak difungsikan setiap hari mereka bisa bersaing harga.

“Percuma saja dibangun pasar ternak, tapi tidal difungsikan. Padahal jika difungsikan kami pedagang sapi bisa bersaing harga beli,” katanya.

Dia melihat, selama ini pemerintah terkesan berdiam diri melihat kondisi tersebut. Meski terlihat petugas di pasar tersebut, namun tak ada kegiatan yang dilakukan.

Diakuinya, selama ini pihak terkait tidak pernah berupaya mengajak para petani ternak menjual ternak mereka dilokasi tersebut. Padahal ungkapkanya, jika itu dilakukan mereka para pedagang ternak bisa membeli ternah di lokasi tersebut.

“Kalau setiap hari ada aktivitas kita tidak perlu keliling mencari orang yang mau jual ternak mereka,” sesalnya.

Terkait hal ini Kadis Perikanan dan Peternakan Sarolangun, Samsul Huda tak membantah hal itu. Dia mengakui, bahwa pasar ternak baru diisi disaat hari raya kurban saja.

“Karena pada hari biasa sulit untuk cari pembeli ternak,” ucap Samsul Huda.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved