Komunitas

Jambi Trail Community, Menikmati Bertualang di Alam Bebas

SAAT hobi berpetualang di alam bebas tak banyak dilirik, puluhan lelaki dari berbagai daerah di Indonesia

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM - SAAT hobi berpetualang di alam bebas tak banyak dilirik, puluhan lelaki dari berbagai daerah di Indonesia ini memilih untuk tetap eksis.

Di atas kuda besi tunggangannya, mereka terus berpetualang, menjelajahi alam bebas dan berjibaku dengan lumpur.
Lewat komunitas otomotif Jambi Trail Community yang dibentuk pada 2011, puluhan lelaki dari Jambi, Jawa hingga Tionghoa ini, menyalurkan hobi, nyali dan kemampuan mereka bermotor dalam menaklukkan daratan yang terjal.

“Kita punya hobi yang sama, suka jalan ke hutan, adventure, makan nasi bungkus bareng-bareng. Di sini orang China makan tidak pakai sumpit lagi, tapi pakai tangan,” kata Juanda, anggota komunitas JTC.

“Komunitas ini itu tidak sekadar kumpul-kumpul, tapi ada tantangannya, ada rintangan yang harus dilalui,” imbuhnya.
Hingga sekarang ada sekitar 30an lelaki yang jadi anggotanya. Dan setiap akhir pekan, mereka kerap menjelajah.

“Biasanya kita adventure ke daerah-daerah. Kadang ada anggota yang share jalur baru untuk adventure, kita ke sana rame-rame,” kata Juanda.

Selain menaklukkan jalur-jalur di daerah Jambi, anggota komunitas ini juga kerap mengikuti banyak event andventure nasional bahkan sampai melintas batas negara sampai negeri jiran Malaysia.

“Beberapa anggota kita pernah ikut acara six day di Kalimantan, jalurnya sampai Malaysia,” kata mantan finalis bujang gadis jambi ini.

Komunitas JTC menurut Juanda tidak sekadar wadah untuk menyalurkan hobi, lebih dari itu. Komunitas ini lebih mirip keluarga kecil yang disatukan oleh kegemaran yang sama.

Pengakuan Juanda, dia merasa ada keseruan tersendiri saat berkumpul bersama puluhan anggota komunitas JTC.
“Kalau sudah kumpul lupa masalah, pokoknya seru-seruan nggak kayak di kantor. Makan nasi bungkus di hutan itu bisa buat kita bahagia,” katanya.

Tidak hanya Juanda, yang merasalan keseruan saat puluhan anggota komunitas JTC ini sedang kumpul. Willy Abadi yang jadi ketua JTC juga merasa kebahagiaan serupa. “Di sini itu open. Kalau disindir nggak diambil hati. Nggak ada marah-marah, nggak ada perbedaan,” kata Willy.

Akrab dan Kompak

KEAKRABAN anggota JTC kental terlihat saat menjejalah alam. Mereka saling bahu membahu untuk menaklukkan jalur terjal yang dilalui. “Kalau ada yang terbenam di lumpur kita tarik bareng-bareng, kalau ada yang ketinggalan kita sisir. Itu yang menumbuhkan rasa kekeluargaan ini muncul,” kata Juanda.

Kepekaan ini pun dirasakan warga sekitar, terutama mereka yang tinggal dekat jalur-jalur yang kerap digunakan untuk adventure. Juanda menyadari, jalan-jalan tanah yang digunakan untuk adventure sering rusak karena gerusan roda-roda cangkul yang lalu lalang.

Untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, komunitas ini pun punya agenda sosial untuk masyarakat sekitar.

Dirinya berharap, komunitas yang sudah mirip keluarga ini bisa lebih kuat dalam hubungan keluarga. “Ya semoga, lebih kompak biar rasa kekeluargaannya lebih kuat,” kata Juanda.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved