Komunitas

Mimpi jadi Yayasan Sosial

KEGIATAN belajar anak-anak Kampung Flores kini berjalan teratur. Anak usia sekolah dasar akan belajar setiap

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM - KEGIATAN belajar anak-anak Kampung Flores kini berjalan teratur. Anak usia sekolah dasar akan belajar setiap Minggu sore selepas ashar. Jumlahnya ada sekitar 36 anak.

Di sekretariat Bara Api, anak-anak ini akan belajar pelajaran umum di sekolah dasar, bahasa Inggris dan juga dasar-dasar bahasa Jepang.

Jumlah anak-anak ini akan seketika bertambah banyak, setiap kali para relawan membuat acara lomba. Saking banyaknya yang datang, para pembara tidak tahu anak itu siapa.

“Kalau dikabari ada lomba, atau ada event gitu, semua keluar wahh. Kadang kita gak kenal, anak ini siapa. Tapi dia ikut dateng,” kata Riki, yang pegang kendali untuk devisi anak-anak.

Bersyukur, komunitas ini didukung cukup banyak orang yang peduli pendidikan anak, unit bisnis dan juga lembaga pemerintah.

Ada Gramedia, Jakos, D’tones, dan perpustakaan kota. Banyak buku perpustakaan Bara Api disuplai dari perpus kota setiap tiga bulan sekali.

Qosyim bersama puluhan pembara lainnya berharap, komunitas Bara Api bisa terus tumbuh dan berkembang menjadi komunitas sosial pendidikan yang besar di Jambi, untuk memajukan pendidikan anak-anak yang termarjinalkan. Satu mimpi mereka, Bara Api bisa menjadi sebuah yayasan sosial pendidikan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved