EDITORIAL

Awal yang Baik dari Sumita

Keberhasilan Sumita berpengaruh besar terhadap perjuangan atlet-atlet cabor lain yang akan berlaga di PON ini.

Editor: Duanto AS

GOOD starting sangat pantas disematkan kepada atlet cabang olahraga (Cabor) Dayung asal Jambi, Sumita Kurnia yang berjaya menumbangkan dominasi atlet dayung tuan rumah, Nurmaini di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat. Keberhasilan Sumita berpengaruh besar terhadap perjuangan atlet-atlet cabor lain yang akan berlaga di PON ini.

Apa yang dicapai Sumita Kurnia merupakan buah kerja keras yang selama ini dilakukan. Khusus untuk Cabor Dayung ini, memang nama Provinsi Jambi tidak asing lagi di tingkat nasional maupun internasional. Sederet prestasi di olahraga kayuh mengayuh ini sudah diukir atlet-atlet muda asal Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini. Termasuk keperkasaan pedayung perahu naga Jambi yang selalu torehkan prestasi.

Awal yang baik, hendaknya bisa memacu semangat atlet Jambi untuk berbicara di ajang even olahraga bergengsi ini. Kita sangat berharap agar Cabor Dayung yang menjadi andalan perburuan emas bisa terwujud. Jambi yang berada di peringkat 24 di PON XVIII Provinsi Riau 2012 silam, menjadi catatan untuk melipatgandakan semangat atlet.

Peran pelatih di sini sangatlah dominan dalam menjadikan seorang atlet mampu berprestasi di gelanggang. Sebut saja nama Roinadi yang punya jam terbang tinggi untuk urusan dayung mendayung. Mantan atlet nasional yang kini menjadi pelatih pelatnas ini adalah pelatih bertangan dingin. Bersama Ari Kurniawan dia bahu membahu menelorkan atlet-atlet handal.

Sukses Sumita bukanlah akhir dari segalanya. Perjalanan atlet Jambi untuk berburu medali masih panjang. Khusus di Cabor Dayung masih ada lebih 20 medali emas yang bakal diperebutkan di waduk Situ Cipule, Kabupaten Karawang. Peluang medali di nomor single scull putra, single rowing putri ringan dan berat dan double rowing kelas berat.

Selain Cabor Dayung, Jambi masih berpeluang besar untuk menggondol medali emas antara lain di Cabor Wushu, Karate, Biliard, Sepatu Roda, Panahan dan Gulat. Kita sama-sama berdoa agar peringkat Jambi yang di PON XVIII Riau anjlok ke 24, bisa bangkit lagi.

Mengingat Jambi pernah disegani pada PON XVI di Sumsel 2004 di urutan 6, melorot ke posisi 15 di PON XVII 2008 Kaltim, dan anjlok lagi ke posisi 24 di PON XVIII Riau 2012. Asal tahu saja, ketika itu Jambi memiliki atlet renang yang tangguh dari Radja Murnisal Nasution Family. Setelah Akbar Nasution hengkang dari Jambi, saat itu juga peringkat Jambi melorot.

Nah, apapunlah alasannya saat ini kita punya Cabor Dayung sudah tidak diragukan. Kalau terus ditingkatkan prestasinya, tidak mustahil Cabor Dayung bisa mengembalikan dominasi zaman keemasan Elvira Rosa Nasution dan adik-adiknya yang merajai kolam renang. Potensi itu ada, karena dayung memiliki banyak nomor dilombakan dan banyak peluang dapatkan medali.

Tinggal bagaimana pihak-pihak terkait menjaga ini agar tidak "kabur" lagi ke provinsi tetangga seperti banyak atlet berprestasi lainnya. Besar kecilnya bonus punya dampak, tapi itu bukanlah segalanya. Banyak cara untuk membuat mereka "betah". Dari hal uang kecil, misalnya peduli terhadap masa depannya. Sehingga mereka tidak akan tergoda bujuk rayu.

Satu hal lagi adalah, bonus Rp 250 juta sudah menanti Sumita Kurnia. Ini harus segera direalisasikan, jangan cuma janji-janji seperti lirik lagu. Apalagi dia punya niat yang luarbiasa mau mengajak orangtuanya umrah dari uang bonus itu. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved