Harga Sawit

Turun Tipis, Ketua Apkasindo: Penurunan Itu Membuat Petani Menghembuskan Nafas Panjang

Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit plasma di Provinsi Jambi kembali turun. Kali ini rata-rata

Turun Tipis, Ketua Apkasindo: Penurunan Itu Membuat Petani Menghembuskan Nafas Panjang
TRIBUN JAMBI/HANIF BURHANI
Petani memindahkan TBS sawit 

Laporan Wartawan Tribunjambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit plasma di Provinsi Jambi kembali turun. Kali ini rata-rata penurunan harga sekitar Rp 7,46 perkilogramnya.

Meski turunnya tak signifikan, namun angka segitu juga cukup berpengaruh bagi petani-petani sawit. Hal itu terungkap pada rapat Pokja kelapa Sawit di Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Kamis (15/9) pagi.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Putri Rainun‎ mengatakan, penurunan harga tersebut terjadi pada semua umur tanaman. Mulai dari umur 3 tahun hingga lebih dari 25 tahun.

Menurut Putri, turunnya harga tersebut dikarenakan penawaran harga pasar. Selain itu melemahnya rupiah juga ikut mempengaruhinya.

"Turunnya tidak banyak. Ada yang 8,15 persen, tapi rata-rata turunnya hanya 7,46 persen. Itu dikarenakan penawaran di pasaran," kata Putri.

Untuk seminggu kedepan, kata Putri harga sawit dengan umur 3 tahun Rp 1.545,69. Umur 4 tahun Rp 1.657,22. Dan yang paling tinggi sawit dengan usia tanam 10-20 tahun yaitu Rp 1.988,57 perkilogramnya. Sementara Minggu lalu usia sawit yang 10-20 tahun dihargai Rp 1.996,72‎. Sementara harga CPO rata-rata Rp 8.307,65. Harga Inti sawit Rp 7.652,28. Sedangkan minggu lalu harga CPO Rp 8.345.51 dan inti Sawit Rp 7.667,82.

Menanggapi turunnya harga sawit itu, Ketua Apkasindo Provinsi Jambi Roy Asnawi menyebut bahwa penurunan itu membuat petani "menghembuskan nafas panjang". Sebab berapapun turunnya berpengaruh bagi pendapatan petani. Apalagi saat ini buah sawit belum begitu normal alias masih trek.

‎"Iya berpengaruh. Tapi tidak besar, yang berpengengaruh besar itu apabila turunnya mencapai seratus rupiah," kata Roy.

Penulis: muzakkir
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved