Tips

Begini Cata Pengenalan Seks Sejak Dini dengan Cara yang Tepat

KEKERASAN seks pada anak terus meningkat setiap tahun. Yang miris, anak lebih banyak tahu tentang seks

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM - KEKERASAN seks pada anak terus meningkat setiap tahun. Yang miris, anak lebih banyak tahu tentang seks dari teman, internet serta media pornografi seperti majalah, video dan lainnya. Hanya sedikit mereka yang mendapat pengetahuan seks dari orangtuanya.

Yun Nina Ekawati S.Psi, M.Psi, seorang psikolog mengatakan orangtua seharusnya menjadi pihak pertama untuk mengajarkan anak tentang seks.

“Pengenalan seks dari orangtua pada anak itu penting. Kalau tidak, ditakutkan mereka akan mencari jawaban dari orang lain, dan bisa salah informasi,” katanya.

Membahas tentang seks antara orangtua dengan anak tidak hanya seputar seksual laki-laki dan perempuan yang sering dianggap tabu untuk dibicarakan sebelum anak dewasa. Pengenalan seks sejak dini dan dilakukan dengan cara yang tepat, justru akan memperluas pemahaman dan menjadi dasar anak.

Menurut Nina, anak-anak yang dibekali pengetahuan tentang seks sejak dini, akan lebih bisa menghindari kemungkinan untuk salah pergaulan bahkan jadi korban kekerasan seksual. Mereka juga akan lebih mengenal area pribadi yang ada ditubuhnya, yang tidak boleh disentuh orang lain.

Nina menjelaskan, orangtua bisa memulai mengajarkan pengetahuan tentang seks dimulai sejak anak usia balita, sekitar 2-3 tahun. Di usia ini, orangtua bisa mulai mengenalkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

“Anak bisa diberikan penjelasan, diberikan penamaan. Sebaiknya menggunakan nama sebenarnya, misal ini namanya vagina ini penis,” terang ibu satu anak ini.

Memasuki usia taman kanak-kanak, pengenalan tentang seks bisa sedikit lebih mendalam. Jika anak usia TK sudah memiliki adik, pengetahuan tentang seks bisa dimulai dari asal-usul adiknya lahir.

“Dijelasin kalau adiknya lahir dari rahim ibu,” kata Nina.

Saat anak memasuki usia sekolah dasar, orangtua bisa menjelaskan bahwa dia atau adiknya berasal dari bagian kecil dari ayahnya, dan hidup di dalam rahim ibu. Saat tiba waktunya, anak atau adiknya akan lahir.

“Anak-anak ini suka penasaran. Jangan sampai anak menemukan jawaban sendiri dari orang yang salah. Sebaiknya orangtua sendiri yang menjelaskan tentang seks pada anak,” katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved