Data Penerima KIS dan Raskin di Kerinci Masih Gunakan Data Tahun 2011

Belum adanya data baru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kerinci, membuat Pemerintah kabupaten Kerinci terpaksa menggunakan data lama terhadap penerima

Data Penerima KIS dan Raskin di Kerinci Masih Gunakan Data Tahun 2011
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE
Pembagian raskin 

TRIBUNJAMBI.COM KERINCI - Belum adanya data baru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kerinci, membuat Pemerintah kabupaten Kerinci terpaksa menggunakan data lama terhadap penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kabid Sosial, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kerinci Trizal mengatakan, program KIS dari Pemerintah Pusat adalah merupakan pengganti Jamkesmas untuk masyarakat kurang mampu.

Dia menyebutkan untuk data pemerima KIS pada tahun 2016 Kerinci kebagian 87.671 KIS dari Kementerian Sosial. Sedangkan jumlah penerima Jamkesda di Kabupaten Kerinci berjumlah 12.595 orang. Menurutnya data penerima KIS ini berdasarkan data BPS. "Itu merupakan data BPS langsung ke Menteri Sosial," katanya baru -baru ini

Namun, dia mengatakan untuk data penerima KIS di kabupaten Kerinci pihaknya masih menggunakan data lama, yakni data sensus BPS tahun 2011. "Karena kita (Dinsosnaketran,red) tidak ada melakukan pendataan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kerinci H. Adirozal mengatakan, data penerima KIS masih menggunakan hasil sensus BPS tahun 2011. Namun jumlah pasti masyarakat Kerinci yang tergolong miskin menunggu hasil sensus ekonomi BPS tahun 2016.

"Data sekarang masih ditemukan data yang kurang pas. Harapan kita selanjutnya KIS dan Raskin menggunakan data sensus 2016. Kalau untuk tahun 2017 Dinsos akan lakukan validasi data," katanya.

Dia menyebutkan untuk penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari data Dinsosnaketrans di Kabupaten Kerinci masih tinggi. "Tahun 2016 jumlah penerima KIS untuk Kabupaten Kerinci sebanyak 87.671," pungkasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved