Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Rahasia di Balik Selubung Kafan Mumi Burung Mesir Kuno, Kematian di Tangan Tikus

Burung ini begitu kekenyangan sampai-sampai ia tidak sempat muntah, membuat Ikram menduga bahwa si burung dikurung dalam penangkaran dan diberi makan

Tayang:
Editor: Duanto AS
Tulang ekor tikus tersangkut kerongkongan burung alap-alap ini. (Citra (Dari Pemindaian CT): Salima Ikram dan kawan-kawan, South African Mummy Project Team) 

TRIBUNJAMBI.COM - Burung alap-alap ini menemui ajalnya ketika tikus yang menjadi santapannya tersangkut di tenggorokan dan membuatnya tersedak.

Di balik selubung kafan mumi burung Mesir kuno, pemindaian CT mengungkapkan rara avis yang sebenarnya—alap-alap yang tampaknya tersedak mati oleh tikus.

Ilmuwan tercengang melihat ada tulang ekor yang terjulur di sepanjang kerongkongan.Seluruh bagian tubuh hewan pengerat itu ada di perutnya, juga dua ekor tikus lain, serta belulang dan cakar burung gereja.

“Artinya si burung terlalu banyak makan,” ungkap Salima Ikram, pakar mumi.

Di alam liar, burung pemangsa akan menyantap mangsa­nya, mencerna yang ia bisa, dan memuntahkan tulang dan gigi.

Burung ini begitu kekenyangan sampai-sampai ia tidak sempat muntah, membuat Ikram menduga bahwa si burung dikurung dalam penangkaran dan diberi makan paksa.

Barangkali dibiakkan untuk dikorbankan, dimumifikasi, dan dipersembahkan kepada dewa-dewa seputaran waktu 600 SM sampai 250 M. Dalam kasus ini, si alap-alap mungkin disajikan kepada dewa matahari Re. (A. R. Williams)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved