EDITORIAL
Pindah Partai jadi Pilihan
Di Provinsi Jambi, perpindahan satu kader partai ke partai lainnya, banyak terjadi. Apalagi menjelang pemilihan kepala daerah.
MOMEN pemilihan kepala daerah pasti ada terjadi perpindahan status anggota partai ke partai lain. Apalagi itu pasti dilakukan bakal calon kepala daerah. Hal itu bukan sesuatu yang luar biasa terjadi. Kancah perpolitikan tingkat nasional juga sering terjadi perpindahan kader partai ke partai lainnya. Perpindahan satu politisi dari partainya ke partai lain, sering dikatakan sebagai 'Kutu Loncat'
Di Provinsi Jambi, perpindahan satu kader partai ke partai lainnya, banyak terjadi. Apalagi menjelang pemilihan kepala daerah. Pilkada serentak di Provinsi Jambi, 2017 ini ada tiga kabupaten. Yakni, Kabupaten Sarolangun, Tebo dan Kabupaten Muarojambi. Nah, di pilkada serentak kali ini, juga terjadi perpindahan kader partai ke partai lain.
Masnah Busro, kader Partai Golkar yang kini menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi, pindah ke Partai Demokrat. Dia diprediksi akan diusung Partai Demokrat untuk maju di Pilkada Muarojambi. Sebab, partai tempatnya bernaung, sudah mengusung pasangan Ivan Wirata-Dodi Sularso untuk Pilkada Muarojambi. Mau tak mau, Masnah harus mencari kapal lain untuk tumpangannya ikut dalam pilkada.
Perpindahan partai ini bukan hal mengejutkan. Sebab, sebagai anggota DPRD, Masnah harus mundur jika mencalonkan diri maju di pilkada. Mau tak mau, lantaran tidak diusung Partai Golkar, Masnah lebih memilih pindah ke partai lain. Tujuannya, agar bisa maju di Pilkada Muarojambi.
Praktik pindah partai ini bukan dilakukan Masnah sendiri. Mantan Bupati Muarojambi Burhanuddin Mahir (ketua DPC Partai Demokrat Muarojambi). Dulunya sebagai Ketua DPRD Batanghari dari Partai Golkar. Ia menjabat sebagai Bupati Muarojambi dua periode, dari 2006- 2016.
Saat maju Pilkada Muarojambi 2006 lalu itu pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN). Sebab, Partai Golkar mengusung calon lain di Pilkada Muarojambi. Menang Pilkada Muarojambi periode pertama, ia menjadi Ketua DPD PAN Muarojambi. Saat maju Pilkada Muarojambi kali kedua, Partai Demokrat ketika itu sedang naik daun.
Burhanuddin Mahir loncat ke Partai Demokrat. Diusung Partai Demokrat, itu menang. Imbalannya, Burhanuddin Mahir menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Muarojambi. Di Kabupaten Sarolangun, bakal calon Bupati Sarolangun HM Madel, sebelumnya kader Partai Nasdem. Saat ini ia menjabat sebagai ketua DPD II Partai Golkar Sarolangun. Ia dikabarkan maju di Pilkada Sarolangun.
Bukan saja pindah partai dalam pilkada. Dalam pilkada juga masih ditemukan ada kader satu partai, tapi malah mensosialisasikan kader partai lain yang bukan berasal dari partainya sendiri. Itu dilakukannya sebagai bentuk sikap pribadi, bukan partai. Walaupun tidak etis untuk dilihat publik.
Masih banyak lagi politisi-politisi di Provinsi Jambi yang pindah partai untuk mencapai tujuannya. Bukan saja untuk mengejar impiannya maju di pemilihan kepala daerah, tapi juga untuk maju menuju pemilihan legislatif. Bukan berarti pindah partai itu menjadi haram. Namun setidaknya, pindah partai itu bisa dinilai politisi tersebut tidak mempunyai sikap setia pada partainya. Apalagi hanya untuk mencapai satu tujuan tertentu. (*)