Tenaga Honorer Sarolangun Cemas
Beberapa tenaga honorer dilingkup Pemerintah Sarolangun cemas tak diberdayakan lagi.
Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Beberapa tenaga honorer di lingkup Pemerintah Sarolangun cemas tak diberdayakan lagi. Hal ini terkait perubahan nomenklatur di sejumlah SKPD Pemkab Sarolangun.
“Ada takutnya, sebab kalau kami dibubarkan, apakah kami masih bisa dipakai atau tidak. Sebab dua SKPD membaur jadi satu, otomatis kelebihan tenaga,” ujar salah satu tenaga honor di BLHD Sarolangun, Jumat (2/9).
Meskipun demikian, dirinya tetap berharap bisa dipekerjakan pada istansi lain atau Dinas yang baru.
”Mudah-mudahan kontrak kita masih bisa diperpanjang,” harapnya.
Menyikapi hal tersebut, Penjabat Bupati Sarolangun, Arif Munandar memastikan, tidak ada pemutusan kontrak bagi tenaga honorer yang SKPD nya terkena nomenklatur.
”Tenang saja, Insyaallah tidak ada pemberhentian tenaga honorer atau tidak ada istilah PHK, tetap saya berdayakan,” ujar Arif Munandar usai paripurna pengesahan Ranperda Pembentukan dan susunan perangkat daerah Kabupaten Sarolangun tahun 2016 beberapa hari lalu.
Ditambahkan Arif Munandar, hanya saja penempatan tenaga kontrak tersebut bisa disesuaikan dengan ilmu yang dimiliki, atau setidaknya mendekati dengan pengalaman selama ini. Seperti honor di BLHD bisa masuk ke Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, atau dinas lain yang cocok dengan ilmunya.
Oleh karena itu Arief Munandar berharap dukungan dari semua pihak, baik dari Legislatif maupun dari masyarakat. Sehingga bisa menempatan pejabat yang sesuai dengan keahliannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/17082016-arif-munandar-pj-bupati-sarolangun_20160817_150507.jpg)