Health and Beauty

Ingat, Jangan Beri Obat Batuk Dewasa untuk Anak

Batuk dan pilek, adalah gangguan kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak, termasuk balita.

Editor: Fifi Suryani
Orangtua cenderung dengan cara gampang memberikan antibiotik seperti saat buah hati mengalami batuk, muntah, diare maupun pilek. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Batuk dan pilek, adalah gangguan kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak, termasuk balita. Namun, sering kali orangtua meremehkan penyakit ini. Beberapa orangtua memberikan obat batuk dewasa untuk anak-anak. Apakah boleh?

Rifan Fauzie, dokter spesialis anak di Kelompok Kerja Respirologi Anak, Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta, menjelaskan, batuk sebenarnya bukan sembarang penyakit. Batuk adalah anugerah pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa kepada manusia, termasuk kepada anak.

Refleks batuk adalah refleks yang bersifat protektif yang bertujuan mencegah masuknya atau berlebihnya benda asing yang masuk ke dalam saluran napas. Benda asing termasuk didalamnya adalah virus, bakteri, jamur, debu, makanan, kotoran dan sebagainya.

Saat terjadi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) seringkali menyebabkan produksi lendir di saluran napas berlebihan dan/atau kental. Kondisi ini pada akhirnya akan menyebabkan timbulnya refleks batuk pada anak untuk mengeluarkan lendir tersebut.

Pada anak, mekanisme pengeluaran lendir yang berlebih di saluran napas yang utama adalah refleks batuk, tidak seperti orang dewasa yang dapat secara volunter dapat mengeluarkan lendirnya dengan mekanisme lain.

Di satu sisi, sediaan obat batuk dewasa sebagian besar mengandung zat yang bersifat menghambat refleks batuk, seperti kodein, dekstrometorfan, dan sebagainya.

Yang terjadi saat anak diberikan obat batuk dewasa, maka akan hilanglah mekanisme utama pengeluaran lendir saluran napasnya, sehingga yang kemudian terjadi adalah makin menumpuknya lendir di saluran napas anak yang akan memperberat gejalanya, bahkan dapat menyebabkan sesak napas yang makin hebat terlebih pada anak yang menderita asma.

Terapi yang adekuat adalah memberinya cairan yang cukup seperti minum air putih yang sering, dan pada anak yang menderita asma sebaiknya diberikan obat anti asmanya juga. Asupan nutrisi yang optimal juga diperlukan untuk penyembuhan sakitnya.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved