Breaking News:

Pemadaman Listrik

Pemadaman Bergilir; Perbaikan Pembangkit Diperkirakan Rampung September

Manager PLN Area Jambi, Joni menyampaikan bahwa terjadinya pemadaman bergilir lantaran adanya gangguan sistem

Pemadaman Bergilir; Perbaikan Pembangkit Diperkirakan Rampung September
Net

TRIBUNJAMBI.COM - Manager PLN Area Jambi, Joni menyampaikan bahwa terjadinya pemadaman bergilir lantaran adanya gangguan sistem yang terjadi di sejumlah pembangkit besar.

"Yaitu PLTA Koto Panjang, PLTG Teluk Lembu unit 2 dan 3, PLTU Teluk Sirih unit 1," katanya.

Kondisi ini diperparah karena kerusakan terjadi seiring masuknya masa pemeliharaan beberapa pembangkit yang beroperasi. Ia menyebut, masa pemeliharaan terjadi di PLTU Sumsel V di Bayung Lencir unit 1 dan unit 2 untuk suplai ke Jambi, PLTU Teluk Sirih unit 2 dan PLTA Singkarak unit 3.

Dia mengatakan kronologi rusaknya pembangkit adalah akibat gangguan transmisi pada 15 Agustus lalu. Hal ini yang menyebabkan black out (padam total) sistem Sumatera Bagian Tengah - Sumbar Riau dan Jambi.

Kondisi seperti ini menurut Joni akan terjadi sampai selesainya perbaikan pembangkit yang rusak (forced outage) atau pembangkit yang saat ini masuk masa pemeliharaan (major overhaul) selesai pemeliharaan. Masa perbaikan menurut Joni berbeda-beda.

"Tapi kebanyakan medio September," katanya.

Ia mengaku, PLN sudah melakukan percepatan perbaikan pembangkit agar pemadaman tidak belarut-larut. Misalnya, kata dia, pada pembangkit Teluk Sirih unit 1. “Itu masuk sistem kembali hari Sabtu tanggal 27 Agustus," katanya.

"Dan mempercepat masuknya pembangkit sewa yang sedang dalam pembangunan. PLTMG Sewa di Selincah sebesar 50 MW diperkirakan masuk sistem pada akhir Agustus," katanya.

Selanjutnya, Teluk Sirih unit 2, Singkarak diperkirakan masuk September. “Sumsel V Oktober. Dan seterusnya sampai dengan desember nanti," jelasnya.

PLN melakukan pemadaman berdasarkan kuota padam yang diberikan oleh Unit Pengatur Beban. "Untuk Provinsi Jambi sebesar 22 persen dari defisit total. Contoh total defisit 102 MW, maka Provinsi Jambi padam 22 MW. Sisanya dibagikan ke Provinsi Sumbar dan Provinsi Riau. Untuk jalur yang padam digilir sesuai jadwal," katanya.

"Lama pemadaman maksimal 2,5 jam untuk satu wilayah," katanya.

Meski pun begitu Joni mengatakan harus dibedakan jadwal padam karena defisit dengan padam karena pemeliharaan.

"Untuk pemeliharaan lama padam tergantung jenis pekerjaan," ungkapnya.

Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved