Kamis, 30 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Buaya Sepanjang Tiga Meter Terperangkap Jaring Ikan, Nelayan Lari Terbirit-birit

Kehadiran seekor buaya di perairan Muara Kuntul, Kecamatan Muaragembong, Kamis (25/8/2016) sore mengejutkan warga Desa Pantai Bahagia

Tayang:
Editor: bandot
(Radio Australia)
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kehadiran seekor buaya di perairan Muara Kuntul, Kecamatan Muaragembong, Kamis (25/8/2016) sore mengejutkan warga Desa Pantai Bahagia.

Untungnya, buaya liar tersebut tidak memakan warga, karena keburu ditangkap nelayan sekitar.

Sukra Wijaya (25) satu nelayan yang menangkapnya menuturkan, keberadaan buaya tersebut pertama kali diketahui saat ia hendak memeriksa jaring ikan di perairan setempat.

Saat itu, Sukra terkejut bukan kepalang begitu mendapati seekor buaya terperangkap di jaring ikan.

"Saya langsung kabur dan memberitahukan ke teman-teman nelayan yang lain," kata Sukra kepada wartawan, Jumat (26/8/2016).

Sukra melanjutkan, mendapat informasi itu, sejumlah nelayan lain lalu berbondong-bondong ke jaring ikan yang berada di perairan.

Sambil membawa alat seadanya seperti gala, tali, lakban dan jaring ikan, mereka berusaha mengamankan buaya tersebut.

"Akhirnya buaya tersebut berhasil kita amankan dan kita pindahkan ke darat menggunakan perahu salah satu nelayan," jelasnya.

Sukra mengungkapkan, kehadiran buaya tersebut sempat mengkhawatirkan penduduk sekitar.

Soalnya memiliki lebar badan 50 cm dan panjang 3 meter.

Adapun beratnya diperkirakan mencapai 150 kilogram.

Sukra pun berharap, agar pemerintah daerah atau instansi terkait bisa menelusuri apakah ada buaya liar lainnya atau tidak.

Soalnya, sejumlah nelayan jadi enggan melaut.

Mereka enggan menjala ikan di laut karena takut diterkam buaya saat mencari ikan.

"Mungkin untuk beberapa hari ini aktivitas melaut dihentikan dulu, sampai warga mendapat kepastian bahwa di laut tidak ada buaya liar lagi," ujar Sukra.

Seorang tokoh masyarakat setempat, Kasna (60) mengaku heran dengan penemuan buaya tersebut.

Soalnya, selama puluhan tinggal di wilayah setempat dia tak pernah mendapati ada seekor buaya di laut tersebut.

"Saya baru tahu ada buaya di peraian ini, karena sejak kecil sampai usia sekarang saya belum pernah melihatnya," kata Kasna.

Kasna pun mengimbau, kepada warga setempat agar berhati-hati ketika menangkap ikan, karena tidak menutup kemungkinan masih ada buaya lain di perairan setempat.

"Kami berharap agar pemerintah daerah bisa mencari tahu asal-usul buaya tersebut melalui dinas terkait," ujarnya.

Kasna menambahkan, atas insiden tersebut warga setempat langsung melaporkan hal ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) pusat.

Kemudian buaya liar itu dibawa petugas untuk dikonservasi.

"Kami khawatir kalau dibiarkan atau dipelihara warga, akan membahayakan warga lainnya bila terlepas," kata Kasna.

Bupati Bekasi, dr. Neneng Hasanah Yasin berjanji akan menginstruksikan dinas terkait untuk menelusuri keberadaan buaya tersebut.

Sebab keberadaan buaya itu bisa membahayakan warga setempat terutama nelayan saat mencari ikan.

"Saya juga baru tahu ada buaya di sana, secepatnya akan saya minta dinas terkait untuk mendalaminya," ujar Neneng melalui sambungan telepon kepada wartawan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved