Kades-kades ke Jogja, Dianggap tak Etis di Tengah Defisit
Bimbingan teknis (Bimtek) yang dilakukan kepala desa se Kabupaten Tebo ke Jogja belum lama ini menuai kritik dari masyarakat
Penulis: Awang Azhari | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO -Bimbingan teknis (Bimtek) yang dilakukan kepala desa se Kabupaten Tebo ke Jogja belum lama ini menuai kritik dari masyarakat, pasalnya itu dianggap hanya menghambur-hamburkan uang.
Apalagi, perjalanan yang dianggap tidak terlalu substansial itu dilakukan di tengah defisit anggaran. Tentu lebih bijak jika anggaran itu digunakan untuk support pembangunan fisik di tengah-tengah masyarakat.
Besaran dana juga dinilai cukup fantastis, satu kades mendapat alokasi Rp 10 juta yang disebut dari ADD, sehingga kumulatif anggaran dari seluruh kades mencapai miliaran rupiah.
Soal ini, Kepala BPMPD Haryadi coba menetralisir kegusaran warga, menurutnya pelaksanaan Bimtek itu dilakukan sesuai dengan prosedur. "Tidak ada aturan yang disalahi," katanya kepada awak media, kemarin.
Soal dana Rp 10 juta, kata dia sesuai dengan peruntukan kebutuhan kades mulai dari berangkat hingga kembali pulang ke kampung halaman.
Sementara untuk Pegawai BPMPD yang ikut serta mendampingi, menurutnya menggunakan SPPD tanpa mengganggu dana yang diperuntukkan bagi kepala desa.
"Kami tidak pernah meminta kepada kades, semua menggunakan SPPD di dinas," pungkasnya.
Sayang disinggung soal etis atau tidaknya keberangkatan itu, tidak ada jawaban yang eksplisit.