IHSG
Bergerak Liar, IHSG Berhasil Ditutup Naik 0,21%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat meski sempat bergerak liar, Senin (22/8).
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat meski sempat bergerak liar, Senin (22/8). Mengacu data RTI, indeks berakhir naik 0,21 % atau 11,140 poin ke level 5.427,175.
Ada 161 saham bergerak turun, 138 saham bergerak naik, dan 104 saham stagnan. Volume perdagangan awal pekan ini 8,58 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,82 triliun.
Enam dari 10 indeks sektoral menopang laju IHSG. Sektor aneka industri memimpin penguatan 2,02 %. Sementara, empat sektor lainnya memerah dipimpin keuangan turun 0,30%.
Laju IHSG juga masih ditopang masuknya arus dana asing di pasar domestik Rp 285,844 miliar. Sedangkan, net buy asing di pasar reguler Rp 239,930 miliar.
Saham-saham yang masuk top gainers LQ45 antara lain; PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 3,85 % ke Rp 3.240, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 2,83 % ke Rp 17.275, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 2,49 % ke Rp 9.250.
Saham-saham yang masuk top losers LQ45 antara lain; PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) turun 2,33 % ke Rp 10.475, PT Elnusa Tbk (ELSA) turun 1,94 % Ke Rp 505, dan PT Aneka Tambang (persero) Tbk (ANTM) turun 1,90 % ke Rp 775.
Asal tahu saja, pasar hari ini sempat diwarnai berguguran saham emiten rokok menyusul munculnya isu kenaikan rokok Rp 50.000 per bungkus. Di sesi I, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) jatuh lebih dari 1 %.
Jatuh di hari ketiga
Sementara itu, bursa saham Asia jatuh untuk hari ketiga terseret penurunan harga minyak dan pelaku pasar yang mempertimbangkan prospek kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), Senin (22/8).
Mengutip Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 % menjadi 138,7 pukul 4:00 waktu Hong Kong. Sementara, indeks Topix Jepang naik 0,6 % karena yen melemah setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan peluang pelonggaran kembali pada September.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Federal Reserve Stanley Fischer mengisyaratkan, kenaikan suku bunga 2016 masih dalam pertimbangan. Sebelumnya, Gubernur Fed New York William Dudley lebih dulu berkomentar bernada hawkish.
Hari ini, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,5 % setelah melonjak 9,1 % pekan lalu . Minyak menurun setelah Irak , produsen terbesar kedua OPEC , mengatakan akan meningkatkan ekspor minyak dalam beberapa hari ke depan di tengah melimpahnya pasokan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/22082016_ihsg_20160822_153649.jpg)