Fenome Siswa Bawa Kendaraan

Angkutan Umum Minim, Lebih Nyaman dan Leluasa Gunakan Kendaraan Pribadi

Upaya berbagai pihak kepada para siswa yang masih dibawah umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi

Angkutan Umum Minim, Lebih Nyaman dan Leluasa Gunakan Kendaraan Pribadi
ANTARA FOTO

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Upaya berbagai pihak kepada para siswa yang masih dibawah umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) agar tak membawa kendaraan bermotor ke sekolah tampaknya belum menunjukkan hasil yang maksimal. Berbagai alasan dikemukakan siswa mengapa mereka sengaja membawa kendaraan. Sementara pihak kepolisian mencatat, angka kecelakaan yang menimpa pelajar juga terbilang cukup tinggi.

Satu alasan yang dikemukan, para pelajar ini mengaku lebih nyaman dan leluasa menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan tak ada angkutan yang dinilai mampu menjangkau ke lokasi sekolah mereka.

Bay (14) seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama di kawasan Jambi Timur, kepada Tribun menyatakan ia memilih menggunakan sepeda motor ke sekolah karena lebih efektif dan cepat.

"Kalau naik motor tu, biso selip sano sini jadi lebih cepat," tuturnya, Sabtu (20/8) kemarin.

Selain itu yang menjadi alasan lebih memilih angkutan kendaraan pribadi karena jalur angkot tersebut tidak melewati rute sekolahnya. Jika menggunakan angkot ia masih harus berjalan kaki lagi.

Hal serupa juga diutarakan Faj (16) satu siswa Sekolah Menegah Atas Negeri Jambi yang menyatakan bahwa menggunakan sepeda motor lebih ampuh sebagai transportasi ke sekolah. Dikatakannya, saat ini kondisi jalan yang padat ditambah minimnya sarana angkutan membuat sepeda motor menjadi satu pilihan tepat. Meski demikian ia mengakui ketika masih SMP dulu selalu menggunakan angkot.

"Dulu sekolah dekat naik angkot sampe, sekarang sekolah SMA lebih jauh jadi angkot dak cocok lagi," tuturnya.

Meski diakui para pelajar, dalam menggunakan kendaraan tidak sedikit dari mereka yang mendapat restu orangtua, karena sudah terbiasa para orang tua juga tidak khawatir. Sementara untuk parkir, karena ada larangan dari sekolah, maka siswa memilih memarkirkan kendaraan di luar area sekolah, diantaranya di rumah warga.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved