Breaking News:

Aktivitas PETI

Pelaku PETI Gunakan Senpi, Eskavator Capai Ratusan dan Pengiriman Solar ke Lokasi Lancar

Warga Dusun Manggis, Kecamatan Limun merasa sangat terusik dan khawatir.

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/AWANG AZHARI
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Warga Dusun Manggis, Kecamatan Limun merasa sangat terusik dan khawatir. Pasalnya para pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak di wilayah desa mereka mempersenjatai diri dengan senjata api (senpi).

Hal itu diakui oleh warga setempat, AD kepada sejumlah wartawan kemarin. Dia menyebutkan, para pelaku PETI yang menggunakan alat berat di wilayah mereka merupakan warga pendatang.

“Kami khawatir sebab mereka (pelaku PETI) bukan warga sini. Tapi warga luar, dan mereka banyak yang menggunakan senpi,” katanya.

Sehingga sebutnya, warga setempat tidak berani berbuat apa-apa untuk mengusir para pelaku PETI tersebut. Padahal lanjutnya, saat ini sudah ada sekitar 100 eskavator melakukan penambangan dengan merambah hutan lindung.

“Ini bukan omong kosong, warga luar juga sudah banyak yang tahu,” keluhnya.

Warga mengaku, heran alat berat dengan mudah masuk ke wilayah mereka untuk melakukan penambangan. Begitu juga dengan pengiriman BBM jenis solar ke lokasi PETI.

“Seperti tidak ada tindakan aparat. Mereka semakin banyak dan setiap hari ratusan kendaraan roda dua dan roda empat banyak mengirim minyak ke sana,” tambahnya.

Bahkan lanjutnya, maraknya aktivitas PETI beberapa waktu lalu masyarakat Manggis nyaris bentrok dengan pendompeng. Hal itu terjadi karena para pelaku PETI ingin menambang di sungai yang selama ini jadi sumber air bagi masyarakat setempat.

“Ya, kami nyaris bentrok dengan pendompeng. Dan kami sangat berharap pemerintah dan aparat terkait bisa segera turun.  Jika dibiarkan, maka hutan lindung di dusun Manggis akan hancur dan habis,” tuturnya.

Terkait hal ini lanjutnya, pemerintahan desa sudah menyampaikan keluhan kepada Pemkab Sarolangun. Bahkan kepada pemerintah pusat hal ini juga sudah disuarakan.

“Pemkab Sarolangun belum ada tindakannya, dan kami juga sudah menyampaikan surat kepada presiden terkait aktivitas PETI di Dusun Manggis. Sebab kami sudah resah dan kami belum merdeka dari PETI,” tegasnya.

Pj Bupati Saroangun, Arif Munandar mengatakan, aktivitas PETI di Sarolangun memang sudah sangat marak. Berdasarkan informasi yang didapatkannya, di wilayah Sarolangun sudah ada ratusan alat berat yang beroperasi melakukan penambangan ilagal.

Untuk itu dirinya mengimbau kepada masyarakat agar bisa bersama-sama melakukan penolakan terhadap aktivitas PETI. Sebab akunya, jika satu pihak saja maka hal itu akan sulit dilakukan untuk memberantasnya.

“Perlu komitmen bersama.  Saya juga akan koordinasi dengan Polres dam Kodim. Nanti akan ada langkah-langkah yang akan saya lakukan terhadap aktivitas PETI ini,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved