Investasi

Nilai Investasi ke Kota Jambi Tinggi, Ini Penyebabnya

Saat ini berdasarkan data dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Jambi

Nilai Investasi ke Kota Jambi Tinggi, Ini Penyebabnya
TRIBUN JAMBI/ALDINO

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat ini berdasarkan data dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Jambi ( BPMPPT), untuk yang mengajukan izin prinsip pada 2016 ini didominasi permohonan untuk sektor jasa angkutan dan ritel. Sementara secara umum dalam tiga tahun terakhir ini, investasi di bidang perhotelan, rumah sakit, dan ritel serta jasa lainnya cukup besar.

Hingga semester I-2016, ada enam yang mengajukan izin prinsip. Nilai investasi yang tertera dari enam investor tersebut mencapai Rp 250 miliar.

Mukhtar, Sekretaris BPMPTT Kota Jambi mengatakan, setiap investor yang melakukan investasi di Kota Jambi selalu berhadapan dengan tata ruang dan lahan. Setiap investor yang melakukan investasi harus mengkaji dulu tata ruang bersama dinas terkait.

"Iklim investasi di Jambi masih berbenturan dengan perda nomor 9 tahun 2013 tentang tata ruang," ujar Mukhtar, Kamis (18/8)

Menurut dia setiap investor yang melakukan investasi harus mengurus izin prinsip terlebih dahulu dan melakukan ekspos usaha.

"Tanpa izin prinsip pembangunan usaha tidak bisa dilanjutkan," katanya.

Saat ini, ucapnya, ada 19 perusahaan yang telah melakukan investasi di Kota Jambi, terdiri dari yang sedang mengurus izin prinsip dan telah mendapatkan izin prinsip. Jumlah ini diklaim telah melebihi target, karena jumlah investasi mencapai Rp 1,7 triliun dari total yang disepakati pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurut Mukhtar tingginya nilai investasi didukung berbagai hal yaitu proses investasi yang aman dan nyaman. Selain itu pihaknya berupaya mempermudah proses investasi dari berbagai sektor.

"Investor merasa nyaman menanamkan modalnya di daerah kita itu menjadi pemicu meningkatnya investasi di kota Jambi," katanya.

Mukhtar menambahkam setiap usaha di atas Rp 550 juta harus memiliki izin prinsip, sesuai dengan aturan yang berlaku.

Saat ini masih ada dua perusahaan yang berencana berinvestasi namun belum mengajukan izin prinsip.

Penulis: andika
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved