Sudah 71 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Dusun Aung Belum Nikmati Listrik

Republik Indonesia sudah memasuki usia kemerdekaannya yang ke 71 tahun.

ist/TRIBUN TIMUR
Anak - anak dusung Aung, Desa Mangoepong, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Belajar dengan pencahayaan lampu kaleng minyak tanah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Republik Indonesia sudah memasuki usia kemerdekaannya yang ke 71 tahun. Orde lama, Orde baru hingga masuk era Reformasi telah dilalui oleh bangsa yang berjuluk Bumi Pertiwi.

Tujuh kali berganti kekuasaan, tentunya membuat bangsa ini dapat terus beranjak hingga akhirnya dapat sejajar dengan bangsa - bangsa lain.

Namun, belum semua rakyat di Indonesia yang benar-benar merasakan kemerdekaan pembangunan. Seperti yang dirasakan oleh warga dusun Aung, Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sebanyak 80 Kepala Keluraga di dusun tersebut belum menikmati aliran listrik.

"Iya sampai sekarang belum ada, memang pernah dijanji tapi tidak ada tanda - tandanya saya lihat," ujar Kepala Desa Mangepong, Syafaruddin yang di konfirmasi Tribun via telpon, Selasa (16/08/2016).

Tentunya kondisi tersebut, membuat generasi yang ada di dusun Aung ketinggalan informasi. "Mau nonton apa nah tidak ada listrik kasihan, itu tiap malamnya saja kan hanya lampu kaleng minyak tanah yang napaki," tambahnya.

Salah satu kepala desa termuda di Jeneponto tersebut bukan tanpa upaya. "Saya sudah usulkan itu hari antar proposalnya di Pemda tapi tidak tahu kanepa sampai sekarag tidak ada respon," tutur Sahar.

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar pun pernah berjanji akan segara memasukkan listrik untuk warga Aung, namun nihil hingga sekarang.

Tak hanya itu, Wakil Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu yang turun langsung menyaksikan kondisi yang dialami warga Aung tersebut, ternyata tidak dapat berbuat juga.

Sahar pun berharap agar di usia kemerdekaan Indonesia yang sudah cukup matang, Listrik segera masuk ke warganya di dusun Aung.

"Saya harapanku segera di masukkan, apalagi ini kan sudah 71 tahunmi merdeka, masa biar listrik untuk 80 KK saja tidak bisa ditangani," harapnya.(*)

Editor: rahimin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved