Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Inilah Kronologis Suami Bunuh Istri di Jalan Gunung Payung Denpasar

I Ketut Sumerta (44) tega membunh Istrinya Ni Putu Antrini (45).

Editor: Rahimin
Ist
Petugas memasukkan jenazah Putu Antrini (45) yang dibunuh suaminya, I Ketut Sumerta (44) ke dalam kantong jenazah. Sumerta tega membunuh istrinya gara-gara sang istri mengomel karena tak difoto bareng artis 

TRIBUNJAMBI.COM - I Ketut Sumerta (44) tega membunh Istrinya Ni Putu Antrini (45). Kejadian pembunuhan terjadi di Jalan Gunung Payung Padang Sumbu Tengah Padang Sambian Kelod Denpasar sekitar pukul 03.30 Wita.

Tersangka sendiri sudah diamankan Polisi usai melakukan aksi kejahatannya. Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana, menyatakan, kejadian sendiri terjadi bermula pada Selasa (16/8/2016) sekira pukul 18.00 Wita.

Tersangka, saat itu dengan anak dan korban menghadiri acara launcing lagu artis lokal di Art Centre. Setelah acara selesai ada acara foto-foto.

Kemudian korban meminta foto-foto bersama artis lokal Bali itu kepada suaminya. Namun, tersangka mengatakan jika handphonenya tidak bisa utk menyimpan foto. Karena, memori penuh dan hal itu juga disampaikan oleh anak korban.

"Setelah itu mereka pulang dan sekitar pukul 22.00 Wita korban masuk kamar. Di dalam kamar korban ngomel-ngomel masalah foto tadi saat di Art Center, namun tersangka tidak menanggapi dan langsung tidur," katanya Rabu (17/8/2016).

Sekira jam 03.30 Wita, sambung Wisnu, tersangka bangun ke kamar mandi untuk buang air kecil. Dari kamar mandi, tersangka masuk ke kamar dan istrinya bangun ngomel-ngomel lagi masalah foto.

Seketika itu, tersangka yang kalap memukul ke arah Ulu hati korban satu kali dan menarik rambut korban dengan kedua tangannya dan membanting korban ke bawah.

Setelah di bawah, tersangka kembali menjambak rambut korban dan membenturkan berulang ulang ke lantai.
Korban melawan dan berontak berdiri langsung menuju kamar mandi dengan jalan sempoyongan diikuti oleh tersangka.

"Sampai di pintu kamar mandi korban jatuh tersungkur posisi terlentang. Dan kepala mengeluarkan darah. Melihat itu, tersangka sempat tidak sadarkan diri (pingsan)."

"Setelah sadar, tersangka mendekati korban memeriksa denyut nadi dan membuka kelopak mata. Pengakuan tersangka, korban sudah dalam keadaan meninggal," beber Wisnu.

Setelah itu, tersangka, membersihkan bercak darah di kamar mandi dan di lorong menuju kamar mandi selanjutnya tersangka menghubungi kerabatnya dan menceritakan semuanya. "Dan dari itu kami amankan di lokasi kejadian," tandas Wisnu.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti, Handphone penyebab keributan, Satu buah bantal berisi darah, satu buah handuk putih berisi darah, kaos, celana pendek berisi darah. (ang).‎

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved