Peneliti Temukan Obat untuk Tiga Penyakit Besar Mematikan

Sebuah obat ditemukan memiliki potensi untuk melawan tiga penyakit infeksi terbesar di negara berkembang yang menyerang 20 juta orang tiap tahunnya.

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah obat ditemukan memiliki potensi untuk melawan tiga penyakit infeksi terbesar di negara berkembang yang menyerang 20 juta orang tiap tahunnya, yaitu penyakit tidur, wabah Chagas, dan leishmaniasis.

Sejauh ini, obat telah diujicobakan pada hewan, namun hasilnya ternyata positif. Para peneliti siap untuk mengujinya pada manusia setelah uji kemanan telah lengkap dilakukan.

"Hal yang membuat obat ini spesial adalah pada faktanya, obat ini menargetkan tiga parasit. Untuk pertama kalinya ini diselesaikan, jadi ini sangat spesial," ujar seorang penelitinya, Elmarie Myburgh dari University of York di Inggris.

"Bagi saya, ini merupakan urusan yang penting. Saya berapa di area ini untuk mencoba dan membuat perubahaan untuk menyembuhkan, dan sekarang kami bekerja keras untuk memberikan harapan bagi para pasien," tambahnya. "Akan ada pengeluaran yang kecil dalam menghabiskan dana untuk menyembuhkan penyakit dan ini berdampak bagi masyarakat miskin dengan populasi yang besar."

Untuk saat ini, obat itu diketahui bernama GNF6702.

Tim melakukan investigasi pada efeknya, dipimpin oleh peneliti-peneliti dari Novartis Research Foundation di San Diego, mengatakan bahwa obat ini mampu menghancurkan parasit yang sama yang ada dalam ketiga penyakit tersebut, dimana mereka semua merupakan jenis dari organisme bersel satu, kinetoplastids.

Penyakit tidur, merupakan penyakit yang mampu menghasilkan koma panjang dan disebabkan oleh parasit Trypanosoma brucei yang disebarkan oleh lalat tsetse.

Penyakit Chagas menyerang hati orang, disebabkan oleh parasit Trypansosoma crizu yang disebarkan oleh kumbang pembunuh.

Penyakit ketiga adalah leishmaniasis, yang disebabkan oleh parasit Leishmania, yang disebarkan oleh gigitan serangga Sandfly.

Ketiga penyakit ini bertanggungjawab atas 50.000 kematian yang ada di negara berkembang.

Tim mendesain obat untuk menghancurkan sesuatu yang disebut dengan proteasome, protein yang didaur ulang dari sisa protein dan ditemukan di dalam spesies eukaryote dan archaea, termasuk manusia.

Untuk menemukan obat yang mampu menghancurkan targetnya tersebut, mereka mencoba pada tiga juga senyawa sampai mereka menemukan satu yang mampu melawan parasit proteasome.

Ketika obat untuk ketiga penyakit ini menjadi pilihan yang terbaik, karena hal ini akan menjadi lebih murah dan lebih mudah didistribusikan, para peneliti juga tengah mencari kemungkinan untuk mengembangkan obat secara spesialisasi penyakitnya, untuk menghasilkan kinerja obat yang lebih efisien.

Obat untuk melawan parasit yang baru ini harus diujikan pada manusia sebelum mampu benar-benar memberikan harapan bagi banyak orang.

"Kita menghadapi tantangan untuk membawa obat ini ke masyarakat dan membuat obat ini menjadi benar-benar berguna adalah langkah pertama yang penting. Saya sangat bersemangat karena penelitian ini sangat penting, namun kita masih harus melalui jalan yang panjang," ujar peneliti Wellcome Trust, Stephen Caddick.

Editor: edijanuar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved