Bupati Bungo Diminta Secepatnya Cabut SK Sobirin

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO – Bupati Bungo, diminta segera mencabut SK Rio Muara Kuamang, Kecamatan Pelepat Ilir, Sobirin.

Penulis: Awang Azhari | Editor: ridwan
TRIBUN JAMBI/AWANG AZHARI

Laporan wartawan Tribun Awang Azhari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO – Bupati Bungo, diminta segera mencabut SK Rio Muara Kuamang, Kecamatan Pelepat Ilir, Sobirin.
Desakan ini disampaikan, karena Sobirin dianggap terlalu arogan. Selain sempat ngamuk usai acara pelantikan, rio bersama keluarga juga diduga menganiaya dua jurnalis.

Anggota Komisi III DPRD Bungo, Darmawan, menilai apa yang dilakukan Sobirin merupakan cerminan buruk bagi masyarakat.
Dikhawatirkan, arogansi yang dimilikinya dan keluarga berimbas terhadap masyarakat, sehingga bukan tak mungkin gegara sikap seperti itu bisa membuat konflik horizontal.

"Kita lihat arogan sekali, apalagi amukan itu dilakukan di hadapan kepala daerah. Bagaimana kalau dia memimpin dusun, bisa-bisa seperti raja, masyarakat tertekan," kata Darmawan.

Karena itu, sepatutnya Bupati Mashuri mempertimbangkan kembali untuk mencabut SK. Terlebih jika kasus hukum penganiayaan terhadap dua jurnalis memiliki kekuatan hukum tetap.

Sementara sehari pasca kejadian dugaan penganiayaan itu, puluhan pewarta di Kabupaten Bungo, menggelar aksi unjukrasa di Tugu Air Mancur Muara Bungo.

Dari sana, langsung menuju Mapolres Bungo untuk kembali melaporkan tindak penganiayaan tersebut, setelah sebelumnya kasus ini dilaporkan ke Mapolsek Pelepat Ilir.

"Kami mengecam keras sikap keluarga Sobirin, yang sengaja menghalangi tugas kami selaku pers dengan tindak kekerasan, ditambah dengan usaha perampasan alat-alat rekam," tegas Sekjen Persatuan Wartawan Bungo (PWB) Akhmad Ramadhan.

Kabag Ops ‎Polres Bungo, Kompol A.Sitompul, langsung merespon tuntutan itu. Ia berjanji akan menindaklanjuti dan mengawal proses pidana terhadap pelaku penganiayaan dengan laporan STPL/376/VIII/2016/Jambi/res bungo/SPKT.

"‎Laporan dari kawan-kawan PWB sudah kami terima. Karena laporan sudah masuk, maka proses penyelidikan akan segera kita mulai dengan memanggil saksi-saksi,"papar A Sitompul.

Sementara Sobirin sendiri, saat dikonfirmasi wartawan pada saat kejadian, tidak memberikan jawaban. Dia dan keluarga memilih tutup mulut. (zha)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved