Alat Pendeteksi Longsor Dipasang di Kayu Aro
Pemkab Kerinci nanti melalui BPBD memantau atau mengetahui kejadian longsor di Kerinci.
Penulis: hendri dede | Editor: Nani Rachmaini
KERINCI, TRIBUN - Setelah beberapa hari tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan survei ke beberapa desa di Kabupaten Kerinci. Akhirnya alat pendeteksi longsor dipasang di desa Batu Hampar, Kecamatan Kayu Aro Barat, Jumat (5/8). Hal ini mengingat tingkat kerawanan longsor diwilayah tersebut menurut BPBD cukup besar.
Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kerinci, Edi Ruslan mengatakan BPBD Kabupaten hanya mendampinggi BNPB dan tim teknis EWS UGM melakukan pemasangan. "Hari ini (kemarin) alat pendeteksi longsor dipasang oleh tim dari pusat, kita memdampingi saja," katanya kemarin
Edi Ruslan mengatakan setelah pemasangan alat pendeteksi longsor tersebut, tim dari pusat bersama dengan BPBD Kabupaten Kerinci akan melakukan simulasi pengunaan alat tersebut. Setelah itu alat tersebut sudah bisa aktif digunakan. "setelah pemasangan dan melakukan simulasi, tim dari pusat pagi besok (hari ini red) langsung kembali ke Yogyakarta," ujarnya
Ia menambahkan Kabupaten Kerinci menjadi salah satu diantara 17 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia menerima bantuan alat pendekteksi longsor dari BNPB dan UGM. Pasalnya kabupaten Kerinci merupakan daerah yang dianggap rawan terhadap bencana longsor.
Ia menyebutkan dengan adanya alat pendeteksi longsor tersebut memungkinkan bagi Pemkab Kerinci nanti melalui BPBD memantau atau mengetahui kejadian longsor di Kerinci. Selain itu alat ini bisa diketahui terjadinya geranakan tanah saat akan longsor pada radius 100 hektare. Sehingga memudahkan tim reaksi cepat bertindak dan memberikan inforimasi akurat kepada masyarakat. "Tim TRC kan bekerja maksimal dan lebih cepat dengan bantuan alat ini," pungkasnya. (Hdp)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/alat-deteksi-longsor-kerinci_20160805_155003.jpg)