Breaking News:

Para Sipir di Lapas Kuala Tungkal, Tak Satupun Kantongi Izin Gunakan Senjata Api

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Tim Kementerian Hukum dan HAM yang berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIb Kuala

Penulis: Hendri Dunan
Editor: ridwan

Laporan wartawan Tribun Dunan

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Tim Kementerian Hukum dan HAM yang berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIb Kuala Tungkal, membawa banyak catatan ke Jakarta. Tim dari Jakarta itu mengecek kesiapan kinerja tiga lapas dan rutan di Jambi.

Rabu (3/8), Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM, Ronny F Sompie, bersama staf khusus Menkum HAM, Wilton dan Cristina WH, mengunjungi Lapas IIb Kuala Tungkal dan lapas lain di Jambi. Kunjungan berlangsung sampai Jumat mendatang. Tim itu memberikan kuesioner yang harus diisi pihak lapas. Lalu, tim memberi pertanyaan pihak lapas secara bertahap, dan memeriksa seluruh ruangan.

"Kami mendata dan mencatat. Ada barang-barang kebutuhan yang dibeli dari pusat dan dibagikan. Apakah itu bermanfaat atau tidak dimanfaatkan. Kita akan cek, termasuk masa pakainya," kata Ronny F Sompie.

Hasil pemeriksaan yang dibimbing langsung Cristina WH, banyak ditemukan kekurangan. Terutama kamera pengawas (CCTV), penataan administrasi, kelengkapan senjata dan pengamanannya, izin penggunaan senjata api, peralatan PHH, penataan dapur, ruang kesehatan dan fasilitas lain. Tim juga meninjau langsung setiap blok di dalam Lapas, fasilitas kesehatan, ruang karantina, dapur dan kebutuhan air bersih, dan lainya. Ronny F Sompie sempat berdialog dengan napi narkoba.

Tim juga bertanya kepada petugas lapas. Mulai dari buku kunjungan, ruang pemeriksaan, alat pemeriksa yang digunakan, regu pengamanan yang bertugas setiap hari, pengamanan setiap lapis. Bahkan sistem penguncian blok, dan pengamanan kunci gembok dan petugas juga dipertanyakan.

Petugas yang mendapat banyak pertanyaan itu, ada yang gugup, dan ada yang menjawab tidak mengetahui. Sebagian pertanyaan dijawab sesuai kondisi lapas tersebut. Semisal, pengamanan senjata api dan jumlah. Para sipir tidak ada satupun yang mengantongi izin menggunakan senjata yang tersedia.

"Senjata dibawa saat pengawalan akan sidang. Belum pernah digunakan. Setidaknya senjata ini menakuti mereka," ucap Hamdan.

Terkait agenda itu, Dirjen Imigrasi Ronny mengatakan ditunjuk Kementerian Hukum dan HAM untuk mengecek langsung kesiapan lapas dan rutan yang ada di Jambi. Setibanya di lapas sekira pukul 15.00, tim langsung masuk dan meninjau. Setelah itu, tim ke ruang kerja kepala lapas sebentar. Kalapas Kuala Tungkal sedang dinas ke Jakarta, sehingga tim hanya didampingi pegawai di sana.

"Ada 10 lapas, tetapi tidak akan dikunjungi secara keseluruhan. Kita hanya mengambil sampel saja 3-4 lapas," ucap Ronny. Namun tim tidak bersedia mengungkapkan lapas mana saja yang akan dituju. Mereka hanya menyebut tugas yang sama di Provinsi Riau dan Sulawesi Tengah.

Kasubsi Registrasi Lapas IIb Kuala Tungkal, Danang, kepada Tribun mengungkapkan kunjungan itu sudah diketahuinya. Hanya saja, Kalapas Wahyu Hidayat sedang mengikuti diklat di pusat. "Kami siap diperiksa dan didata. Kita sampaikan apa yang dibutuhkan tim. Ini untuk kebaikan nantinya," ujarnya.(dun)

Sidebar
KAPOLRES Tanjab Barat, AKBP Agus Sumartono, yang hadir di lapas, ikut memberikan bantuan jawaban saat para sipir tidak mampu menjawab pertanyaan tim. Semisal pertanyaan kerjasama pengamanan dan penggeledahan terhadap para napi di lapas.

"Ada kerjasama dengan pihak polisi untuk pengamanan," ujarnya.

Sementara untuk pengawasan masuknya narkoba, hanya dilakukan rutin atas perintah Kanwil Kemenhum HAM Provinsi Jambi dan agenda lapas. Ternyata selama ini, pengawasan narkoba tidak ada kerjasama dengan Satnarkoba Polres Tanjab Barat dan BNN. (dun)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved