Home and Garden

Makin Tua, Makin Berkualitas

MEMBANJIRNYA mebel atau furniture berbahan HPL tidak serta merta membuat peminat furniture dari dari

Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani

TRIBUNJAMBI.COM - MEMBANJIRNYA mebel atau furniture berbahan HPL tidak serta merta membuat peminat furniture dari dari kayu menyepi. Mebel berbahan kayu masih menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan rumah tangga. Terutama mebel yang berbahan kayu jati.

Kayu yang dikenal awet ini masih menjadi pilihan utama masyarakat ketika memilih perabot rumah. Isi kamar berbahan kayu jati tidak hanya menarik dari segi kualitas tapi juga mempunyai nilai tersendiri, sebuah prestise.

Kayu jati dikenal sangat awet karena tidak rentan dimakan rayap atau kutu dan sejenisnya. Jati juga memiliki urat kayu yang kuat dan kokoh sehingga tidak hanya membuat perabot atau furniture Anda cantik tapi juga tahan lama.

Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang tertipu ketika membeli perabot dari kayu jati. Ketidakcermatan dalam memilih bahan membuat furniture yang dimiliki tidak sebagus yang diharapkan.

Eman Siswanto dari galeri Surtiwi Pendawa Jati yang beralamat di Jalan Kolonel Abunjani, Simpang Tanjung depan Telkom TAC, Sipin, Kota Jambi mengatakan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan ketika akan memilih furniture berbahan kayu jati.

"Pilihlah konstruksi kayu yang kuat atau sambungan antar kayunya yang kuat," katanya kepada Tribun, pekan lalu.
Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan menurut Eman adalah finishing kayu cat yang berkualitas yaitu harus halus dan tidak kasar.

"Terpenting adalah, pilihlah perabot yang terbuat dari kayu jati yang berkualitas tua," sebut Eman.

Dijelaskannya, Jati yang berasal dari Perhutani lebih terjamin kualitasnya. Kayu yang dijual oleh pihak Perhutani ini bisa dipastikan memiliki umur kayu yang tua. Idealnya kayu jati yang bagus untuk mebel adalah minimal berusia 20 tahun.

Yang Bagus dari Jepara

SEBELUM memutuskan membeli furniture berbahan jati, Anda harus memastikan bahwa kayu jati yang digunakan berasal dari Jepara.

Eman Siswanto mengatakan pusat sentra industri mebel jati di Indonesia berada di Jepara.

"Mulai dari pengrajin yang terampil dan kreatif, semua ada di sana. Kayu jati yang bagus juga berasal dari Jawa Tengah.

Makanya Jepara dijuluki dengan Kota Ukir," jelasnya.

Kualitas produk mebel atau furniture dari Jepara memang sudah tidak diragukan lagi. Produk-produknya banyak diekspor ke luar negeri guna memenuhi kebutuhan furniture di dunia. Produksi mebel Jepara memang telah menjadi usaha berskala internasional.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved