Breaking News:

Impor Daging Longgar, Peternak Minta Kompensasi

Kebijakan Kementerian Pertanian (Kemtan) meliberalkan impor daging sapi dengan menghapus kewajiban importir

Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/AMPELSA

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kebijakan Kementerian Pertanian (Kemtan) meliberalkan impor daging sapi dengan menghapus kewajiban importir menyerap daging lokal menuai protes dari peternak lokal. Kebijakan ini dinilai tidak pro pada swasembada sapi lokal, dan melenggangkan para importir mendatangkan daging dari luar negeri tanpa kewajiban mendorong pengembangan populasi sapi lokal.

Oleh karena itu, peternak lokal mendesak pemerintah segera menerbitkan peraturan baru yang mewajibkan para importir menyisihkan sebagian keuntungan mereka untuk pengembangan sapi lokal.

Rochadi Tawaf Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) mengatakan, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.34 Tahun 2016 tentang Pemasukan Karkas, Daging, dan/atau Jeroan ke wilayah Indonesia hanya melegalkan daging impor menggempur Indonesia. Ia mengatakan peternak lokal tetap menginginkan para importir daging dan sapi tetap memiliki kewajiban dan tanggungajwab untuk peternakan rakyat.

"Kami mendesak pemerintah agar para importir daging dan sapi membina peternak rakyat bisa dalam bentuk kontribusi dalam pembibitan ternak rakyat," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (4/8).

Sementara untuk para feedloter, mereka harus diwajibakan melakukan transfer teknologi dan pengetahuan tentang pengelolaan dan pemeliharaan sapi yang baik.
Rochadi mengambil contoh, misalkan dalam setiap jatah impor 500 ton atau 1000 ton, maka setiap importir harus menganggarkan dana dengan jumlah tertentu untuk pembibitan ternak rakyat.

Sistemnya bisa bagi hasil antara peternak rakyat dan importir. Kerjasama tersebut bisa dilakukan melalui koperasi peternakan rakyat atau PPSKI.

Selain itu, Menurut Rochadi, liberalisasi impor daging ini tidak menjadi jaminan harga daging di Indonesia akan turun. Selama ini, berbagai kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah seperti impor daging dan jeroan dari luar negeri, belum juga mampu menekan harga daging sapi.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved