Komunitas
Kokapi Unja: Tingkatkan Kualitas Warga Pulau Pandan
RENCANA pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidup warga Kampung Pulau Pandan didukung banyak pihak.
Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - RENCANA pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidup warga Kampung Pulau Pandan didukung banyak pihak. Kampung yang dicap sebagai sarang peredaran narkoba tersebut kini mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
Tak terkecuali para mahasiswa yang turut ambil bagian dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas masyarakat yang berada di Kelurahan Legok tersebut.
Satu diantaranya yakni mahasiswa Psikologi Universitas Jambi (Unja) yang membangun Komunitas Kampung Pintar (KoKaPi). Ketua KoKaPi Ismail Rasmanur mengatakan, selain berkat inisiatif mahasiswa, pendirian komunitas juga berkat bimbingan dari para dosen yang melakukan pengabdian masyarakat di Kota Jambi.
"Pendirian komunitas kampung pintar berawal dari inisiatif beberapa mahasiswa psikologi Unja dengan bimbingan dari dosen guna melakukan pengabdian masyarakat di Kota Jambi," ungkapnya kepada Tribun, Senin (25/7) lalu.
KoKaPi berdiri tanggal 21 November 2015 di RT 26 Kampung Pulau Pandan, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Kegiatan yang dilakukan mulai dari pengabdian, memberikan bimbingan dan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada anak-anak di Pulau Pandan.
"Kegiatannya beragam seperti senam pagi setiap hari minggu, membuka pondok baca, belajar, bermain permainan tradisional, dan juga sering membuat event pada hari besar seperti hari kesehatan nasional, dan hari AIDS sedunia," beber Ismail.
Kegiatan itu tidak dijalankan sendiri oleh KoKaPi, juga bekerjasama dengan beberapa komunitas sosial dan perguruan tinggi lainnya. Seperti pada bulan Ramadan lalu, KoKaPi juga ambil bagian dengan membagikan nasi kotak di dan buku tulis di RT 26 Pulau Pandan.
Dari Berbagai Kampus
MESKI semula didirikan oleh sejumlah mahasiswa Psikologi Unja, namun KoKaPi memiliki banyak anggota dari berbagai disiplin ilmu.
Ismail mengatakan para mahasiswa anggota komunitas saat ini berasal dari berbagai kampus perguruan tinggi dan disiplin ilmu, mulai dari Universitas Jambi, STIKBA, Poltekes dan Unbari turut serta dalam komunitas KoKaPi.
"Jadi tidak semua dari psikologi. Sekarang banyak dari berbagai disiplin ilmu," katanya.
Adapun sejauh ini sedikitnya 60 anggota sudah memastikan diri bergabung dalam Komunitas Kampung Pintar di Pulau Pandan.
Mereka berharap dengan kehadiran KoKaPi mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas masyarakat di sana terutama anak-anak yang menjadi fokus utamanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/01082016_kokapi_pulau-pandan_20160801_151546.jpg)