Ternyata Begini Cara Mereka Mencuri Buku di Perpustakaan
“Mayoritas buku yang hilang adalah buku referensi perguruan tinggi. Seperti ilmu kesehatan, ilmu sosial dan ilmu pendidikan lainnya,”
Penulis: Herupitra | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sedikitnya 50 eksemplar buku koleksi Perpustakaan Umum Kabupaten Sarolangun hilang setiap tahunnya. Akibatnya, jumlah koleksi buku yang memenuhi rak perpustakaan dari hari ke hari makin menyusut.
Hal itu diakui oleh Kasi Pelayanan dan Pembinaan Perpustakan Kantor Pustaka dan Arsip Daerah Sarolangun, Lauhul Mahfis. Dia mengatakan, puluhan buku pertahunnya tidak dikembalikan oleh para peminjam.
“Setiap tahun minimal 50 buku yang hilang,” Kata Lauhul Mahfiz.
Hilangnya buku-buku tersebut ujarnya, disebabkan banyaknya para peminjam yang membandel. Bahkan sengaja tidak mengembalikan buku-buku yang telah mereka pinjam.
Padahal menurut dia, pihaknya telah membuat perjanjian secara adminiatrasi. Bahkan denda jika tidak mengembalikan tepat waktu sebagai sanksi tegas.
“Kalau ketemu yang baik itu tepat waktu, tapi kalau ketemu peminjam yang bandel itu yang kacau. Meraka tak hiraukan sanksi yang ada,” sebutnya.
“Mayoritas buku yang hilang adalah buku referensi perguruan tinggi. Seperti ilmu kesehatan, ilmu sosial dan ilmu pendidikan lainnya,” jelasnya.