Keluarga Pemerkosa Bocah di Tebo Ancam Kepala Sekolah

Tapi mirisnya, sudah lebih dua minggu laporan yang dibuat tak mendapat respon sama sekali, bahkan belum ada tanda-tanda pelaku akan dimintai keteranga

Keluarga Pemerkosa Bocah di Tebo Ancam Kepala Sekolah
surya/sudarmawan
ILUSTRASI - KORBAN PERKOSAAN - SW (16) menceritakan kronologis dirinya selama hampir sepekan disekap dan menjadi korban perkosaan bergiliran 7 pemuda bejat, Sabtu (9/11/2013).

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Kepala SD 213/VIII Kecamatan Tebo Ilir, IY, mengaku diancam oleh orangtua pelaku utama pemerkosaan terhadap Mawar (9) yang tak lain merupakan muridnya.

Saat memanggil orangtua para pelaku untuk membicarakan masalah yang terjadi, ia balik diancam oleh orangtua A (16) pelaku utama pemerkosaan akan dilapor ke Polisi.

"Dia (orangtua A), datang ke rumah bilang tidak usah ikut campur, dia mengancam melaporkan saya ke Polisi," katanya kepada awak media, kemarin.

Menurutnya, apa yang dilakukan tak lebih sebagai tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah, bukan bermaksud untuk ikut campur urusan pidana yang diperbuat para pelaku.

"Kami memang selalui melibatkan orang tua murid setiap ada permasahan terhadap siswa dan siswi kami. Kita awalnya ingin menyarankan kepada keluarga pelaku untuk meminta maaf kepada keluarga korban," tukas dia.

Bukan cuma itu, kini lanjut dia dua pelaku juga sudah kabur sejak mulai hangat diberitakan, diantaranya pelaku utama A‎ dan DV (12) sudah kabur.

Sementara dua pelaku lainnya, R dan D siswa SMPN satu atap Betung Bedarah (sebelumnya disebut siswa SD), kepada pihak sekolah mengaku ikut melakukan perbuatan tidak senonoh tersebut. Namun keduanya menyebut dipaksa oleh A, kalau tidak mau diancam akan dipukuli.

‎Sebelumnya diberitakan, seorang anak kelas tiga Sekolah Dasar (SD), sebut saja Mawar, warga Betung Bedarah Kecamatan Tebo Ilir diperkosa oleh empat orang.

Dengan didampingi orangtuanya, kepada awak media Kamis ((29/7) Mawar menceritakan bahw‎a kejadian berawal saat ia bermain di belakang rumah seorang warga bernama Febi.

‎Tiba-tiba pelaku meminta korban membuka celana dan mengancam akan membunuh jika tak mengikuti. Orang pertama yang memperkosa menurutnya An yang kini duduk di bangku SMA.

Setelah itu, An menyuruh ketiga bocah lain untuk melakukan tindakan serupa. "Saya nangis, terus dia ngancam jangan bilang ke siapa-siapa," kata gadis malang itu.

Saat mandi, orangtua korban RM (28) melihat kelamin anaknya ada kelainan semacam luka. Setelah dibujuk akhirnya pada 12 Juli korban berani bercerita soal musibah yang dialami.

Keluarga tak mampu ini kemudian pada 13 Juli melaporkan apa yang menimpa anaknya ke Mapolsek Tebo Ilir dengan ‎LP/B-/31/VII/2016/ Res tebo/sektor tebo ilir.

Tapi mirisnya, sudah lebih dua minggu laporan yang dibuat tak mendapat respon sama sekali, bahkan belum ada tanda-tanda pelaku akan dimintai keterangan. "Jangankan ditangkap, dipanggil saja saya lihat belum," keluh RM.

Dikonfirmasi soal ini, Kapolsek Tebo Ilir, IPTU Asep Hermana tak menampik adanya laporan tindak pemerkosaan terhadap anak di bawah umur tersebut, ‎namun menurutnya penanganan kasus bukan di Mapolsek.

"Pas ada laporan, hari itu juga langsung dilimpahkan ke Polres Tebo karena untuk penyidik kasus PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) adanya di Polres," tukasnya.

Penulis: awang
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved