Yuddy Minta Diberi Jabatan Duta Besar, tapi Ada Syaratnya

Politisi Partai Hanura Yuddy Chrisnandi berseloroh enggan menjadi duta besar di negara rawan konflik atau penculikan

Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Politisi Partai Hanura Yuddy Chrisnandi berseloroh enggan menjadi duta besar di negara rawan konflik atau penculikan seperti Filipina yang menjadi markas kelompok teror Abu Sayyaf.

"Kalau bisa, ya, jangan negara yang ada penculikan-penculikan dong, tidak sekalian kamu tawarin saya ke Afganistan atau ke Suriah," seloroh Yuddy di Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Yuddy tetap berkontribusi terhadap pemerintahan setelah dia dicopot dari jabatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Presiden menanyakan jabatan yang kiranya menjadi ekspektasi atau harapan Yuddy Chrisnandi ke depan.

Kepada Presiden, Yuddy mengatakan, bila memang memperoleh kepercayaan, dirinya menginginkan bekerja sebagai duta besar.

Menurut Yuddy, dia siap ditugaskan menjadi duta besar sekalipun di negara kecil. Dia mengatakan bahwa Presiden menyikapi ekspektasi itu dengan positif dan gembira.

"Nanti mungkin Presiden akan menyampaikan ke Menteri Luar Negeri dan akan dibicarakan negara mana yang cocok. Biasanya itu mantan menteri tidak mau jadi duta besar, kalau saya mau karena akan memberikan perspektif baru, pengalaman baru," ucap dia.

Presiden Joko Widodo menunjuk politikus Partai Amanat Nasional Asman Abnur menggantikan posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi di dalam Kabinet Kerja.

Presiden menyatakan pergantian ini salah satunya dilandasi dinamika politik nasional.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved