Health and Beauty

Tips Menjaga Area Kewanitaan Tetap Lembab dan Bersih

KESEHATAN area kewanitaan menjadi sesuatu yang penting. Vagina merupakan area sensitif perempuan

Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
Istimewa

TRIBUNJAMBI.COM - KESEHATAN area kewanitaan menjadi sesuatu yang penting. Vagina merupakan area sensitif perempuan yang lembab dan berpotensi menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya jamur.

Menjaga kelembaban dan kebersihan vagina merupakan satu hal yang penting bagi setiap perempuan. Sayangnya, aktivitas yang padat terkadang membuat perempuan abai.

Ditambah lagi kecapekan, stres juga semakin membuat kondisi vagina semakin lembab dengan banyaknya cairan keputihan. Kondisi semakin tidak nyaman, saat hal itu menimbulkan rasa gatal-gatal.

Mengatasi hal itu, sejumlah perempuan memilih menggunakan pantyliner. Sejenis pembalut wanita yang biasa dipakai saat haid namun berukuran sangat kecil dan tipis yang dipercaya dapat menjaga kelembaban vagina.

Aulia, seorang karyawan swasta di Jambi mengatakan ia terbiasa memakai pantyliner saat bekerja atau bepergian jauh.

"Karena kerasa kalau capek itu keputihan sering keluar. Kalau nggak pakai pantyliner, underware jadi basah dan nimbulin rasa gatal," sebutnya, Rabu (20/7).
Disebutkan Aulia, ia biasa berganti pantyliner saat pulang kerja atau saat pantylinernya terasa begitu basah.

Menurutnya pantyliner sangat berguna, apalagi jika ia sedang melakukan perjalanan dinas dan tidak sempat membersihkan diri karena lama diperjalanan.
"Kan kalau di jalan nggak mungkin ganti-ganti underware. Jadi saya ganti-ganti pantyliner saja kalau terasa basah," sebutnya.

Dokter Ismail Usman MKed (OG) Sp OG mengatakan siapa saja sebenarnya boleh memakai pantyliner.

"Tidak pakaipun tidak masalah. Cuma terkadang ada wanita yang tidak nyaman karena vaginanya terlalu lembab saat capek sehingga memakai pantyliner," sebutnya. (rida efriani)

Rajin Ganti

PENGGUNAAN pantyliner merupakan satu diantara upaya untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan.

Hanya saja dr Ismail menegaskan penggunaan pantyliner tidak boleh asal-asalan. "Pantyliner itu sebenarnya tidak salah asal rajin diganti," sebutnya.

Banyak literatur dari Amerika dan Eropa bahkan menyarankan agar ibu hamil menggunakan pantyliner untuk menjaga kelembaban area kewanitaannya.
"Tapi mereka bilang, pantyliner mesti diganti sejam sekali atau paling tidak saat buang air kecil," kata dr Ismail.

Pantyliner yang sering diganti akan berfungsi sebagaimana mestinya yaitu akan menjaga kelembaban vagina sehingga resiko jamur dan bakteri berkembang berkurang.

"Tetapi begitu dia tidak sering diganti, dia sendiri bisa bikin lembab. Jadi penggunaan pantyliner tidak dilarang sebenarnya cuma mesti rajin di ganti," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved