Di Sarolangun Bakal Dibentuk Paguyuban Perusahaan
paguyuban tersebut nantinya akan menghimpun seluruh perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Sarolangun.
Penulis: Herupitra | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI.COM - Untuk menghimpun seluruh perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Sarolangun. Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Bunhut) Kabupaten Sarolangun, berencana akan membuat wadah tempat bernaungnya sejumlah perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Sarolangun.
“Kita berencana membuat semacam paguyuban perusahaan perkebunan,” kata Kadis Bunhut Kabupaten Sarolangun, Joko Susilo baru-baru ini.
Dikatakan Joko, paguyuban tersebut nantinya akan menghimpun seluruh perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Sarolangun.
Paguyuban juga berfungsi untuk mencegah terjadinya konflik baik sesama perusahaan maupun antara perusahaan dengan masyarakat.
“Kita (Pemkab, red) bersama paguyuban akan menjadi mitra dan menginventarasir bebagai konflik yang ada dan berupaya mencari solusinya. Sesama perusahaan nanti juga bisa berbagi pengalaman untuk memecahkan persoalan konflik yang muncul,” sebut Joko.
Joko Susilo juga menekankan, Pemkab tidak diam dengan sejumlah persoalan terkait masalah perkebunan yang muncul selama ini. Namun secara intens berupaya menyelesaikan setiap persoalan yang muncul.
“Saat ini ada sekitar 31 perusahaan perkebunan yang ada, kita harap semuanya bisa menjadi anggota paguyuban, dan Lebaran nanti kita akan adakan kegiatan halal bihalal,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Joko juga meminta setiap perusahaan melengkapi berbagai persyaratan sehingga tidak menimbulkan persoalan.
“Kalau untuk perusahaan kelapa sawit sudah ada ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System) dan itu wajib ditaati,” tegasnya.
Dalam Sertifikat ISPO menurut Joko, diatur sejumlah ketentuan yang wajib dipenuhi para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit.
Seperti, sistem perizinan dan manajemen perkebunan, penerapan pedoman teknis budidaya dan pengolahan kelapa sawit, pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
“Mereka (perusaha) juga bertanggungjawab terhadap pekerja, tanggung jawab sosial dan komunitas. Serta pemberdayaan kegiatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan usaha secara berkelanjutan,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20150917_sawit_20150917_234316.jpg)