Kapolres Kerinci Sebut Ada 3 lagi Tersangka Puskesmas Bukit Kerman

Ia memastikan akan ada tersangka baru dalam kasus ini. Bahkan, kata dia, lebih dari 1 orang.

KERINCI, TRIBUN - Polres Kerinci baru-baru ini telah menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci pada Sabtu 14 Mei lalu.

Dia adalah GL, salah satu pejabat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci.

Kapolres Kerinci, AKBP Sri Winugroho, melalui Kanit Tipikor Polres Kerinci, IPDA Edi Mardi Siswoyo mengatakan terkait perkembangan kasus ini mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan.

Baru-baru ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Kepala Dinas Kesehatan Kaupaten Kerinci, dan panitia lelang proyek pembangunan Puskesmas Bukit Kerman.

"Senin lalu kadis sudah kita periksa, sedangkan hari Selasa panitia lelangnya yang kita periksa," ujarnya.

Ia memastikan akan ada tersangka baru dalam kasus ini. Bahkan, kata dia, lebih dari 1 orang. "Iya, kita targetkan pihak terkaitnnya, akan ada tersangka baru, 3 orang lagi. Tunggu saja perkembangannya," tutupnya.

Terkait GL yang sudah menjadi tersangka, Edi mengaku saat ini berkas perkaranya sudah P19 dan telah diserahkan ke jaksa di Kejari Sungai Penuh.

Untuk diketahui, GL merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan Puskesmas Bukit Kerman tahun anggaraan 2014.

Penetapan tersangka itu setelah beberapa bulan penyidikan dilakukan dan hasil auditor dari BPK Provinsi Jambi telah keluar.

Selain itu, meski sudah ditetapkan jadi tersangka, namun GL belum dilakukan penahanan. Alasannya, selama ini tersangka dinilai kooperatif selama proses penyelidikan dan penyidikan kasus ini. GL diganjar Pasal 2 ayat 1 UU RI nomor 20 tahun 2001, Jo UU RI nomor 31 1999 tentang pemberatasan korupsi dengan kurungan penjara maksimal 20 tahun. (hdp)


Penulis: hendri dede
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved