EDITORIAL

Fokus Perhatian ke Lebaran

LEBARAN tinggal satu pekan lalu. Hingga kemarin, perhatian setiap pemangku kepentingan publik terus menerus terfokus untuk mempersiapkan agar Lebaran

Editor: Duanto AS

LEBARAN  tinggal satu pekan lalu. Hingga kemarin, perhatian setiap pemangku kepentingan publik terus menerus terfokus untuk mempersiapkan agar Lebaran tahun 1437 Hijriah ini dapat dirayakan masyarakat Provinsi Jambi dengan lancar dan nyaman.

Arus mudik belum terlihat jelas. Sebagai daerah perlintasan, arus mudik warga dari dan ke luar Jambi tidak sesemarak arus mudik di Pulau Jawa. Tetapi, Lebaran tetap ditandai dengan kembalinya masyarakat ke kampung halaman. Tradisi kita di Indonesia rasanya sulit dihilangkan dengan ritual pulang kampung.

Itu pula yang membuat setiap entitas di Provinsi Jambi terus mempersiapkan agar mudik di Jambi lancar. Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Dirlantas Polda Jambi, Jasa Raharja, dan Badan Narkotika Nasional PRovinsi (BNNP) Jambi kemarin melepas angkutan mudik Lebaran 2016.

Persiapan mudik lebaran dikatakan sudah mencapai 100 persen. Untuk memastikan keamanan penumpang, pengemudi angkutan mudik sudah dites urin untuk memastikan mereka tidak terkait dengan obat terlarang (narkotika).

Sekitar 700 armada angkutan disiapkan untuk angkutan antar provinsi (AKAP) dan 300 armada angkutan dalam provinsi (AKDP). Perjalanan mudik akan difasilitasi dengan sejumlah posko pelayanan, terminal, dan rest area.

Pemenuhan kebutuhan pokok jelang Lebaran adalah fokus lainnya. Hingga kemarin, terus menerus dilakukan pengawasan atas ketersediaan pasokan dan pengendalian harga bahan kebutuhan pokok. Tradisi lebaran dengan pernak-pernik menu Lebaran menimbulkan permintaan tinggi terhadap kebutuhan pokok.

Situasi arus manusia dari kota ke desa dan tingginya kebutuhan bahan pokok menjadi makanan empuk bagi pihak-pihak yang ingin menangguk keuntungan sesaat. Seperti halnya kesiapan angkutan dan arus mudik, entitas yang bertanggung jawab atas pengadaan dan pengawasan bahan pokok pun terus bergerak.

Hingga kemarin, harga daging sapi - sebagai satu bahan pokok utama lebaran- dianggap masih stabil. Namun satu atau dua hari jelang lebaran, bukan mustahil harga akan melambung. Di sini, kita berharap pemerintah dapat mengendalikan harga dengan program operasi pasar dan lain-lain.
Keamanan, pelayanan publik tetap terjaga, rumah sakit siaga 24 jam, titik-titik rawan dalam perjalanan mudik, pun sudah diantisipasi.

Boleh-boleh saja fokus kita, keluarga dan masyarakat, pada berlebaran bersama kerabat, lengkap dengan segala tradisinya.Tapi perlu diingat, seberapapun kesiapan yang sudah direncanakan, hasilnya semua terpulang pada diri kita sendiri. Para pelaku mudik (ataupun tidak) dan mereka yang merayakan Lebaran.

Seberapa jauh kita rela berkorban untuk Lebaran. Apakah jor-joran menghabiskan uang tunjangan hari raya (THR)? Apakah berjibaku untuk sampai ke kampung halaman tanpa mengindahkan keamanan di perjalanan? Atau, merayakan lebaran dengan sepuas-puasnya tanpa upaya menahan diri seperti dilakukan selama satu bulan berpuasa? Semua kembali pada dirik kita masing-masing. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved