Irman Jalal Mangkir Dipanggil Kejari, Kerugian Negara Sebesar Rp 2 Miliar

Dengan mengutus pengacaranya, Irman Jalal mengaku mangkir karena sakit.

TRIBUNJAMBI.COM SUNGAIPENUH – Rabu (29/6) kemarin, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungaipenuh, Irman Jalal, dipanggil oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungaipenuh untuk diperiksa pertama kalinya sebagai tersangka kasus uang makan minum petugas Damkar Kota Sungaipenuh tahun 2014.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kejari Sungaipenuh, Irman Jalal memilih tidak datang ke Kejari. Dengan mengutus pengacaranya, Irman Jalal mengaku mangkir karena sakit.

“Untuk saat ini tidak bisa hadir, dikarenakan sedang sakit,” ujar Kasi Pidsus Kejari Sungaipenuh, Mali Diaan, dikonnfirmasi Tribun Rabu siang.

“Tadi pihak pengacaranya pak Ramli Taha Cs datang memberitahu bahwa Irman Jalal sedang sakit,” sambungnya.
Ia mengaku, panggilan yang dilayangkan ini adalah panggilan pertama kali dengan status tersangka. Setelah ini, pihaknya akan berupaya melakukan panggilan kedua untuk Peltu Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Sungaipenuh ini.

Sementara itu, Kepala Kejari Sungaipenuh, Agus Widodo, dikonfirmasi juga mengatakan sama. Menurut Agus, kasus yang melilit Irman Jalal ini adalah anggaran makan minum petugas Damkar Kota Sungaipenuh tahun 2014, sebesar Rp 2 Miliar lebih.
Hanya saja, dirinya enggan menyebutkan secara rinci berapa jumlah kerugian Negara dalam kasus ini. “Kerugian negaranya ratusan juta. Kita sudah melakukan audit BPK,” bebernya.
Ia menegaskan, penetapan tersangka terhadap Irman Jalal berdasarkan beberapa barang bukti dan hasil audit BPK. “Barang bukti kita cukup, ditambah hasil audit BPK,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan kroscek ke beberapa rumah makan yang dijadikan tempat membeli makanan untuk petugas Damkar. Hasilnya, kata dia, dipastikan ada penyimpangan. “Ada beberapa rumah makan yang sudah kita panggil,” tutupnya. Ditanya kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini, Agus mengaku sejauh ini masih melakukan pengembangan. Sejak Senin (27/6) lalu, beberapa bawahan Irman Jalal sudah diperiksa pihaknya. (*)

Penulis: hendri dede
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved