Mundur dari Kadisdik, Mashuri Tepis Alasan Politik

Berbagai isu mengiringi mundurnya Mashuri dari jabatan Kadis Pendidikan Merangin.

Penulis: muhlisin | Editor: Fifi Suryani
net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Berbagai isu mengiringi mundurnya Mashuri dari jabatan Kadis Pendidikan Merangin. Bahkan ada yang mengkait-kaitkan dengan suksesi pilkada Merangin 2018 nanti.

Namun kepada tribunjambi.com ia membantah hal itu. Ia mengatakan sejauh ini sama sekali tak berpikiran untuk menjadi kontestan pilkada. Walau ada yang mendorong dirinya untuk maju. Terlebih ketika dikaitkan dengan perannya sebagai Ketua Paguyuban Keluarga Jawa Merangin (PKJM) dengan jumlah massa yang cukup besar.

“Ah nggak lah. Ini lagi puasa ini. Nggak ada niat ataupun pikiran terkait politik. Semuanya murni demi cucu saya. Makanya saya minta pindah jadi staf ahli saja. Biar lebih banyak waktu untuk cucu,” ujar Mashuri.

Ia mengtakan, punya alasan sangat kuat untuk mundur.Alasan terbesarnya adalah demi cucunya. Karena cucunya yang berusia 2,5 tahun sangat butuh perhatian maksimal darinya dan istri.

“Semua demi cucu saya. Dia yatim, kasihan kalau kurang kasih sayang. Saya merasa bersalah karena kurang memberi perhatian,” ujar Mashuri kepada tribunjambi.com.

Ia mengatakan, bocah bernama Mahfud itu adalah putra dari putri semata wayangnya. 2,5 tahun yang lalu, putrinya itu wafat ketika melahirkan Mahfud. Lalu bayi itu ia asuh bersama sang istri.

Sebelumnya, Mashuri mengundurkan diri sebelum Ramadan lalu. Surat pengunduran diri ia sampaikan kepada Bupati Al Haris melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Merangin. Jika Bupati berkenan, ia meminta dipindahkan menjadi Staf Ahli Bupati. Jabatan yang ia emban sebelum menjadi Kadis Pendidikan, satu tahun tiga bulan yang lalu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved