Akhirnya Eks Kantor Dinas Peternakan Diambilalih

Setelah bertahun-tahun tanpa ada kejelasan, kini eks kantor Dinas Peternakan Provinsi Jambi yang berada di

Akhirnya Eks Kantor Dinas Peternakan Diambilalih
TRIBUN JAMBI/TOMMY KURNIAWAN

Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM JAMBI - Setelah bertahun-tahun tanpa ada kejelasan, kini eks kantor Dinas Peternakan Provinsi Jambi yang berada di simpang Mayang akan segera di eksekusi oleh Pemerintah Provinsi Jambi untuk dibangun pusat ekonomi Jambi atau Jambi bisnis center (JBC) dari penggugat, karena lahan itu sah dinyatakan milik Pemprov Jambi dengan keputusan pengadilan Negeri.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Ridham Priskap di Jambi, mengatakan bahwa lahan tersebut kini sudah diperkarakan di Pengadilan Negeri (PN) oleh penggugat yang mengaku ahli waris tanah tersebut, dimana tergugat adalah Pemprov Jambi.

Perkara itu muncul setelah Pemprov Jambi berencana membangun pusat ekonomi di lahan seluas 6,7 hektare tersebut. Namun dalam Pengadilan Negeri menyatakan lahan tersebut merupakan milik PemprovJambi. Kemudian penggugat melakukan perkara banding ke Pengadilan Tinggi.

"Di Pengadilan Tinggi juga menguatkan keputusan Pengadilan Negeri, merasa tidak puas penggugat kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), namun MA juga menolak kasasi dan menguatkan putusan PN Jambi," kata Ridham.

Ia menjelaskan, setelah keputusan MA (Incrach), dinyatakan bahwa eks kantor Dinas Peternakan yang akan dibangun JBC itu sah milik Pemprov Jambi.

"Kita juga baru menerima putusan MA itu bulan ini, makanya kita belum bisa memulai pembangunan termasuk mengurus sertifikat. Sebab selama bersengketa tidak boleh ada aktivitas sampai putusan pengadilan," ujarnya,

Ridham mengungkapkan dalam waktu dekat Pemprov Jambi bersama tim percepatan pembangunan dan pihak terkait akan segera membicarakan rencana pembangunan JBC yang sudah ada MoU dengan investor sejak tahun 2014 lalu.

"Kita juga minta pengembang segera membuat sertifikat, kita juga akan melakukan eksekusi lahan dengan minta bantuan aparat untuk membantu mengosongkan lokasi itu dari orang-orang yang masih ada di situ. Yang katanya memang tidak ada izin tinggal di situ," ungkapnya.

Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved